Realisasi Anggaran PEN Capai Rp481,6 T per Desember

KPC PEN, CNN Indonesia | Jumat, 18/12/2020 18:13 WIB
Serapan anggaran untuk pemulihan ekonomi masyarakat terdampak pandemi mencapai Rp481,6 triliun atau 69,3 persen dari total anggaran Rp695,2 triliun. serapan anggaran untuk pemulihan ekonomi masyarakat terdampak pandemi mencapai Rp481,6 triliun. (Foto: Arsip KPC PEN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) menyebutkan serapan anggaran untuk pemulihan ekonomi masyarakat terdampak pandemi mencapai Rp481,6 triliun.

Serapan ini mencapai 69,3 persen dari total anggaran Rp695,2 triliun per 14 Desember 2020.

Ketua Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional (Satgas PEN) Budi Gunadi Sadikin menyebutkan target awal penyaluran anggaran ini minimal Rp100 triliun pada kuartal keempat. Hingga saat ini sudah berhasil tersalurkan Rp163 triliun.


"Masih ada sisa waktu dua minggu lagi mudah-mudahan kami bisa lebih cepat lagi menyalurkan sisanya, sehingga sedekat mungkin dengan targetnya di awal," ujar Budi dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (16/12).

Serapan terbesar dalam anggaran ini dilakukan oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), realisasinya mencapai Rp47,225 triliun dari pagu Rp71,190 triliun.

Sementara itu, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengatakan sisa dana desa yang belum digunakan hingga pertengahan Desember mencapai Rp23,934 triliun.

Alokasi anggaran ini antara lain Rp8 triliun akan digunakan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) desa, sedangkan sisanya Rp 15,8 triliun untuk meningkatkan modal padat karya desa.

"Masih ada dana desa hingga hari ini, baik yang sudah masuk di desa, maupun yang dalam proses transfer. Sampai 15 Desember 2020, yang sudah disalurkan kementerian keuangan, RKUN ada 98 persen, jadi sebenarnya tinggal dua persen saja," jelasnya.

Dia mengingatkan prioritas penggunaan anggaran ini untuk menyasar masyarakat yang memang sangat terdampak Covid-19.

"Prioritas pekerja diberikan kepada mereka dari keluarga miskin, dari pengangguran, setengah pengangguran dan kelompok marjinal lainnya. Jadi memang padat karya tunai desa ini untuk kepentingan infrastruktur dan ekonomi produktif dengan sasaran yang jelas-jelas memiliki karakteristik khusus," ucapnya.

Selain padat karya tunai desa, Kemendes juga telah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai kepada lebih dari 8 juta kepala keluarga penerima manfaat.

(ayo/fef)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK