Bank Dunia Akui Data Kemudahan Berbisnis China-Arab Keliru

CNN Indonesia | Sabtu, 19/12/2020 19:02 WIB
Bank Dunia mengoreksi indeks kemudahan berbisnis di empat negara yang diduga merupakan bentuk penyimpangan data. Ilustrasi investasi asing. Bank Dunia menyebut Saudi dan China memanipulasi data kemudahan berbisnis.(Foto: Joko Sulistyo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bank Dunia (World Bank) menemukan penyimpangan data dalam laporan indeks kemudahan berbisnis (ease of doing business index/EODB) dari 2016 hingga 2020. Data tersebut terkait dengan empat negara, yakni Azerbaijan, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan China.

"Sebagaimana tercantum dalam pernyataan kami pada 27 Agustus, telah dilaporkan adanya penyimpangan terkait perubahan data dalam laporan Doing Business 2018 dan Doing Business 2020 yang diterbitkan pada bulan Oktober 2017 dan 2019," tulis Bank Dunia, dalam pernyataan resminya.

"Manajemen segera mendorong peninjauan dan penilaian secara sistematis terhadap perubahan data yang terjadi setelahnya ke proses tinjauan data kelembagaan untuk lima laporan Doing Business terakhir," lanjut pernyataan itu.


Mengutip dokumen Bank Dunia, Sabtu (19/12), sejumlah data yang ditinjau ulang Bank Dunia antara lain indikator kelistrikan untuk Azerbaijan yang pada laporan sebelumnya mendapatkan skor 7. Namun, Bank Dunia mengoreksi skornya menjadi 5.

"Pembaruan ini dikonfirmasi selama pengumpulan data tim doing business ke Azerbaijan pada April 2019 lalu," tulis Bank Dunia dalam laporannya.

Perubahan ini mengubah skor EODB Azerbaijan secara total, yakni naik dari 76,7 menjadi 78,5. Alhasil, peringkat EODB negara tersebut di global juga berubah dari 34 menjadi 28.

Selanjutnya, skor untuk indikator kontrak justru naik dari dari 8 menjadi 10,5 pada 2020. Kemudian, skor untuk indikator lintas batasan turun dari 17 menjadi 12.

Ada pula dua indikator yang berubah dalam indikator EODB Arab Saudi. Skor hak hukum berubah dari 4 menjadi 3.

Selanjutnya, skor untuk pembayaran pajak naik dari 104 menjadi 152. Dengan perubahan ini, maka skor EODB turun dari 71,6 menjadi 70,9.

Hal ini membuat peringkat EODB Arab Saudi turun dari sebelumnya di posisi 62 menjadi 63.

Kemudian, salah satu indikator dalam EODB untuk United Emirates Arab. Indikator tersebut terkait soal pembayaran pajak.

Dalam laporan sebelumnya, indikator pembayaran pajak mendapatkan skor 116. Namun, skornya berubah menjadi 158.

Insert Infografis Perkembangan Peringkat Kemudahan Berbisnis di IndonesiaInsert Infografis Perkembangan Peringkat Kemudahan Berbisnis di Indonesia. (Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi)

Namun, secara keseluruhan skor untuk EODB turun dari 80,9 menjadi 80,8. Meski begitu, peringkat EODB United Emirated Arab tak berubah, yakni tetap di level 16.

Selanjutnya, Bank Dunia menyebut ada beberapa indikator EODB China. Beberapa indikator itu, seperti penegakkan hukum dan pembayaran pajak.

Setelah direvisi, maka skor keseluruhan EODB China turun dari 65,3 menjadi 64,5. Hal ini membuat peringkat EODB China di global turun dari 78 ke posisi 85.

(aud/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK