Rincian Infrastruktur yang Berhasil Dibangun dengan APBN 2020

CNN Indonesia | Selasa, 22/12/2020 10:04 WIB
Kemenkeu mengklaim dana infrastruktur Rp281 triliun pada 2020 berhasil digunakan untuk membangun 280 km jaringan irigasi, 45 bendungan dan 208 km jalan baru. Kemenkeu merinci daftar infrastruktur yang sudah dibangun dengan APBn 2020. Ilustrasi. (Dok. Hutama Karya).
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan pemerintah berhasil membangun sejumlah infrastruktur dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020. Realisasinya berasal dari belanja pemerintah pusat dan transfer ke daerah.

Secara total, pemerintah menganggarkan pagu senilai Rp281,1 triliun untuk memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur pada tahun ini. Namun belum diketahui berapa realisasi total dari alokasi pagu ini.

Kendati begitu, Suahasil memaparkan sudah banyak proyek infrastruktur yang dibangun pada tahun ini di tengah pandemi virus corona atau covid-19.


"Pembangunan jaringan irigasi mencapai 280,84 kilometer dengan rata-rata fisik selesai 90,34 persen," ungkap Suahasil dalam konferensi pers virtual APBN KiTa, Senin (21/12).

Selanjutnya, pemerintah juga membangun 45 bendungan dengan rata-rata fisik selesai 53,61 persen. Kemudian, jalan baru terbangun 208,74 km, rehabilitasi jaringan irigasi tersier 160,515 hektare dengan rata-rata fisik 96,78 persen, dan rehabilitasi jaringan irigasi dengan rata-rata fisik selesai 88,19 persen.

Lalu, rel kereta api terbangun sepanjang 368,4 km, pembangunan jembatan 5.829,97 meter, dan jaringan gas di 23 kabupaten/kota tersambung 92,43 persen. Pemerintah juga menyelesaikan pembangunan lima pelabuhan.

[Gambas:Video CNN]

"Pelabuhan Sanur di Bali, Pelabuhan Labuan Bajo di NTT, Pelabuhan Lebiti di Sulawesi Tengah, Pelabuhn Munse di Sulawesi Tenggara, dan Pelabuhan Tanjung Uber di Bangka Belitung," terangnya.

Pemerintah, sambungnya, juga membangun infrastruktur melalui transfer ke daerah. Hasilnya berupa pembangunan jaringan irigasi dengan rincian pembangunan baru 240 hektare, peningkatan 222 hektare, dan rehabilitasi 15.959 hektare.

Selanjutnya, realisasi pembangunan jalan mencapai 37 km, pemeliharaan 180 km, dan peningkatan 938 km. Sedangkan untuk sanitasi yang terbangun baru berupa tangki septik mencapai 52.023 unit, pembangunan MCK 165 unit, dan pembangunan IPAL 594 unit.

Untuk sistem penyediaan air minum (SPAM), terbangun baru 7.791 sambungan rumah tangga (SR), peningkatan 22.748 SR, dan perluasan 26.969 SR. Sementara jembatan terbangun baru 150 meter dan pemeliharaan 225 meter.

Sisanya, berupa infrastruktur pertanian berupa pembangunan sumber air 1.241 unit, pembangunan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) 12 unut, renovasi BPP 5.239 meter persegi, sarana pendukung BPP 213 paket, dan pembangunan serta renovasi UPTD/balai 52 unit.

(uli/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK