Arus Peti Kemas Pelindo II Turun 9,5 Persen karena Corona

CNN Indonesia | Selasa, 29/12/2020 20:15 WIB
Pelindo II menyatakan arus peti kemas mereka turun 9,5 persen akibat penyebaran virus corona yang terjadi beberapa bulan belakangan ini. Arus peti kemas Pelindo II turun 9,5 persen karena virus corona. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (IPC) Arif Suhartono mengatakan pandemi covid-19 membuat arus peti kemas di perseroannya turun 9,5 persen year on year (yoy) hingga November 2020.

Ini terjadi karena mayoritas peti kemas di IPC merupakan peti kemas internasional.

"Arus peti kemas itu turun 9,5 persen. Kalau kami lihat Lebih detail lagi untuk internasional itu turun 11,3 persen," tuturnya dalam diskusi virtual Forum Merdeka Barat, Selasa (29/11).


Menurut Arif, arus peti kemas domestik lebih tahan dari dampak covid-19 dibandingkan arus peti kemas internasional. Namun, karena proporsi peti kemas domestik Pelindo II hanya 34 persen, maka penurunan yang terjadi di perseroannya lebih dalam dibandingkan yang dialami Pelindo I, III dan IV.

"Kami sampaikan bahwa teman-teman Pelindo I,III dan IV lebih kecil penurunannya karena Tanjung Priok mayoritasnya adalah kargo-kargo internasional," jelasnya.

Sebagai perbandingan, proporsi peti kemas internasional di Pelindo I hanya sebesar 43 persen sementara domestik sebesar 57 persen. Selanjutnya di Pelindo III, proporsi peti kemas internasionalnya hanya 42 persen sementara domestiknya mencapai 52 persen.

Terakhir, proporsi peti kemas internasional Pelindo IV hanya 2 persen sementara domestiknya mencapai 98 persen.

[Gambas:Video CNN]

"Mereka tidak terjadi penurunan kalau pun turunan itu kecil sekali," ujar Arif.

Arif juga mengatakan arus peti kemas domestik IPC mengalami penurunan sebesar 6 persen atau lebih buruk dibandingkan Pelindo I, III Dan IV karena adanya PSBB yang cukup panjang di Jakarta.

"Di Jakarta khususnya, kami itu turunnya 6 persen. Ini kemungkinan Karena PSBB di Jakarta cukup panjang," tuturnya.

Di luar peti kemas, penurunan juga terjadi pada jumlah arus kapal yakni sebesar 15,21 persen dari 189,475 GT di November 2019 menjadi 160,659 GT pada November tahun ini. Kemudian terjadi penurunan penumpang sebanyak 71 persen dari 1,02 juta penumpang menjadi 299 ribu penumpang.

Terakhir terjadi penurunan arus non-peti kemas sebesar 14,6 persen yakni dari 52,87 juta ton pada November 2019 menjadi 45,16 juta ton pada November 2020.

(hrf/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK