Tip Kelola BLT Rp3 Juta Buat Ibu Hamil dan Balita

CNN Indonesia | Selasa, 12/01/2021 19:58 WIB
Perencana keuangan menyarankan ibu hamil untuk memanfaatkan dana BLT dari pemerintah untuk memenuhi kebutuhan persiapan melahirkan. Perencana keuangan menyarankan ibu hamil untuk memanfaatkan dana BLT dari pemerintah untuk memenuhi kebutuhan persiapan melahirkan. Ilustrasi. (CNN Indonesia/ Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah mulai menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) untuk Program Keluarga Harapan (PKH) sejak 4 Januari lalu. Bantuan diberikan kepada ibu hamil, anak usia dini (balita), penyandang disabilitas, lansia, serta anak sekolah.

Untuk ibu hamil dan balita besaran bantuan yang disalurkan adalah Rp3 juta, sementara untuk lansia dan penyandang disabilitas diberikan bantuan sebesar Rp2,4 juta.

Sementara untuk anak sekolah, besaran bantuan bervariasi yakni Rp900 ribu untuk SD/MI/sederajat, Rp1,5 juta untuk SMP/MTs/sederajat, serta Rp2 juta untuk SMA/MA/sederajat.


Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho mengatakan meski sifatnya bantuan, dana yang diberikan pemerintah tersebut harus digunakan dengan cermat, terlebih di tengah kondisi krisis pandemi covid-19.

Untuk ibu hamil, misalnya, ia menyarankan uang yang diberikan bertahap 3 bulan sekali itu digunakan untuk persiapan melahirkan. Pasalnya, meski dijamin oleh Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, ibu hamil tetap butuh dana darurat untuk berjaga-jaga jika saat melahirkan diperlukan tindakan medis tertentu dengan tambahan biaya.

"Buat ibu hamil, pastinya adalah kebutuhannya untuk kebutuhan bersalin. Kan bersalin juga tidak murah, ya, apalagi misalnya sampai harus caesar dan harus di rumah sakit, itu pasti tidak murah," ucapnya.

Jika tak terpakai untuk biaya melahirkan, dana tersebut dapat dipakai untuk keperluan pascapersalinan seperti membeli popok atau kebutuhan bayi lainnya.

Kemudian untuk anak sekolah, dana bansos sebaiknya digunakan untuk kebutuhan selama pandemi seperti membeli pulsa kuota internet. Pasalnya belum ada kepastian kapan sekolah akan diselenggarakan tatap muka.

Sementara untuk anak balita bantuan pemerintah tersebut juga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak serta agar tubuhnya lebih sehat dan bugar selama pandemi. Uang itu juga bisa dipakai untuk mempersiapkan sekolah anak jelang tahun ajaran baru.

"Ataupun juga untuk peralatan sekolah mereka mulai dari handphone yang bisa untuk ikut pelajaran secara online," tutur Andi.

Jika kebutuhan dasar sudah terpenuhi, ia juga mengimbau agar bansos dari pemerintah tidak digunakan untuk membeli barang yang sifatnya konsumtif. Misalnya, bagi anak sekolah, tidak dibelanjakan untuk mainan atau makanan dan minuman kekinian.

[Gambas:Video CNN]

Lebih baik, kata Andi, uang tersebut ditabung untuk modal membuka usaha. Dengan demikian, penerima bantuan bukan hanya bisa bertahan di tengah pandemi melainkan juga "naik kelas".

"Jadi hindari untuk menggunakannya untuk dibelanjakan untuk hal-hal yang mungkin lebih bersifat kesenangan sesaat," tandasnya.

(hrf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK