YLKI Sebut Pengaduan Konsumen Terbanyak dari Jasa Keuangan

CNN Indonesia | Kamis, 14/01/2021 22:57 WIB
YLKI mengungkapkan pengaduan konsumen paling banyak sepanjang 2020 berasal dari sektor jasa keuangan. YLKI mengungkapkan pengaduan konsumen paling banyak sepanjang 2020 berasal dari sektor jasa keuangan.(CNN Indonesia/Aria Ananda).
Jakarta, CNN Indonesia --

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengungkapkan pengaduan konsumen paling banyak sepanjang 2020 berasal dari sektor jasa keuangan. Total pengaduannya sebesar 33,50 persen dari seluruh pengaduan yang diterima YLKI.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan pada satu sisi terdapat kenaikan pemakaian jasa keuangan selama pandemi covid-19. Namun, di lain pihak terdapat banyak pengaduan yang masuk ke YLKI.

"Ini pertanda ada sesuatu yang harus diselesaikan oleh regulator dan operator untuk berikan layanan yang handal pada konsumen, baik selama pandemi atau ke depannya," ujarnya dalam webinar Kompas100 CEO Forum bertajuk Digitization, Catching Up with The New Era of Consumer, Kamis (14/1).


Pada sektor jasa keuangan, salah satu pengaduan paling banyak adalah fintech peer to peer lending atau yang lebih dikenal sebagai pinjaman online (pinjol). Data Asosiasi Financial Technology Indonesia (Aftech), jumlah fintech termasuk fintech ilegal bertambah selama pandemi.

"Ini menjadi perhatian kami pengaduan pinjol cukup signifikan sejak 2 tahun terakhir. Sayangnya, yang dominan adalah pengaduan pinjol ilegal," imbuhnya.

Menurutnya, salah satu yang paling banyak dikeluhkan oleh masyarakat terkait dengan pinjol ini adalah permasalahan penyadapan data pribadi. Karenanya, ia meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator untuk memperketat pengawasan kepada fintech ilegal yang cenderung mematok bunga tinggi tersebut.

"Pengawasan regulator OJK dan Satgas Waspada Investasi tampaknya masih kedodoran kedodoran. Memang OJK sudah melakukan law enforcement seperti blokir dan penutupan, tapi sekali ditutup muncul banyak dan itu berasal dari perusahaan luar negeri, bagaimana kita bisa tangkap kalau itu di luar negeri dan jumlahnya cukup masif," katanya.

Menyusul jasa keuangan, pengaduan paling banyak lainnya adalah e-commerce sebesar 12,70 persen. Ia mengungkapkan pengaduan terkait e-commerce paling banyak yakni barang tidak diterima konsumen, sebesar 28,2 persen dari total pengaduan terkait e-commerce.

"Lalu, barang pesanan tidak sesuai yaitu 15,3 persen karena faktor digital apa yang ada di gambar tidak cocok juga," jelasnya.

Selanjutnya, pengaduan terbesar lainnya adalah sektor telekomunikasi sebesar 8,30 persen dan perumahan 5,70 persen.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK