Pertamina Pastikan SPBU di Majene Aman Usai Diguncang Gempa

CNN Indonesia | Jumat, 15/01/2021 15:54 WIB
Pertamina menyatakan SPBU di Majene dan sekitarnya aman meski sempat terkena guncangan gempa bermagnitudo 6,2 pada Jumat (15/1) dini hari. Pertamina memastikan kondisi SPBU di Majene aman meski sempat terguncang gempa bermagnitudo 6,2 pada Jumat (15/1) dini hari. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Fauzan).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Pertamina (Persero) memastikan sarana dan fasilitas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Majene dan sekitarnya dalam kondisi aman meski sempat terkena guncangan gempa bermagnitudo 6,2 pada Jumat (15/1) dini hari.

Meski demikian Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR VII Pertamina Laode Syarifuddin Murasli menyampaikan pihaknya terus memantau kondisi operasional perusahaan di Mamuju, Majene dan sekitarnya terutama yang paling dekat dengan pusat gempa.

"Untuk saat ini semua Lembaga Penyalur Pertamina tidak ada kerusakan sarana dan prasaran yang berarti dan penyaluran normal seperti biasa. Apabila ada update akan kami sampaikan," ujar Laode dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (15/1).


Beberapa sarana dan fasilitas di wilayah terdekat yaitu Kabupaten Mamuju juga terpantau dalam kondisi aman.

"DPPU Tampa Padang, 1 SPPBE, 6 Agen LPG PSO dan 8 SPBU di Mamuju dalam kondisi aman. Selain itu Di Majene 3 Agen LPG PSO dan 3 SPBU juga beroperasi normal. Masing-masing dapat beroperasi normal," tambahnya.

Laode menegaskan akan terus memantau situasi terkini di wilayah serta berkoordinasi dengan pihak BPBD dan aparat terkait setempat untuk memastikan penyaluran BBM ke SPBU berjalan lancar tanpa kendala.

Pertamina, kata dia, juga terus bersiaga terhadap kemungkinan gempa susulan di wilayah Majene.

[Gambas:Video CNN]

"Untuk antisipasi supply point BBM dan LPG kita akan lakukan pola RAE dari FT Donggala dan Depot LPG Mini. Donggala dari jalur utara dan IT Makassar dan FT Parepare dari jalir selatan. Untuk mencegah kelangkaan LPG kami juga akan lakukan operasi pasar," pungkasnya.

Gempa bermagnitudo 6,2 mengguncang Majene, Sulawesi Barat pada Jumat (15/1) dini hari.

BPBD Kabupaten Mamuju mencatat 24 orang lainnya luka-luka. Data per Jumat (15/1), pukul 06.00 WIB, sebanyak 2.000 warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Sedangkan kerugian material berupa kerusakan, antara lain Hotel Maleo dan Kantor Gubernur Sulbar mengalami rusak berat. Jaringan listrik masih padam pasca gempa.

(hrf/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK