Prancis 'Angkat Kaki' dari Investasi Batu Bara dan Migas

CNN Indonesia | Selasa, 19/01/2021 10:21 WIB
Bank sentral Prancis akan mengurangi portofolio investasinya pada perusahaan-perusahaan yang mengandalkan pendapatan dari batu bara dan migas. Bank of France atau bank sentral Prancis akan mengurangi portofolio investasinya pada perusahaan-perusahaan yang mengandalkan pendapatan dari batu bara dan migas. (REUTERS/Charles Platiau).
Jakarta, CNN Indonesia --

Prancis, melalui bank sentralnya, menegaskan akan keluar dari investasi batu bara dan membatasi eksposur ke minyak dan gas (migas) pada 2024 mendatang. Alasannya, bagian dari pergeseran menuju investasi ramah lingkungan.

Menurut Bank of France, banyak bank sentral di dunia berkomitmen untuk menghijaukan portofolio investasi mereka sebagai bagian dari upaya untuk mendorong sistem keuangan yang mendukung perekonomian hijau dan tidak merusak lingkungan.

Mengutip Antara, Selasa (19/1), Bank of France tercatat mengelola 22 miliar euro atau setara US$26,6 miliar lewat portofolio investasinya.


Ke depan, portofolio investasinya itu akan dikikis pada perusahaan-perusahaan yang menghasilkan pendapatannya dari batu bara di atas dua persen. Saat ini, ambang batas yang ditetapkan masih sebesar 10 persen.

Di sektor migas, bank sentral Prancis akan membatasi investasi di perusahaan-perusahaan dengan pendapatan 10 persen dari minyak atau 50 persen dari gas. Secara tidak langsung, Bank of France menyatakan akan hengkang dari Total.

Bank of France tidak merinci alokasi aset portofolio investasinya. Namun, sejak tahun ini, mereka mulai berpaling dari perusahaan yang mengandalkan pendapatannya dari migas, termasuk eksplorasi di kutub utara.

[Gambas:Video CNN]



(bir/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK