Pedagang Daging Sapi Mogok sampai Pengumuman Harga Baru

CNN Indonesia | Rabu, 20/01/2021 10:25 WIB
Pedagang daging sapi di Jabodetabek bakal mogok sampai Kementerian Perdagangan mengumumkan kebijakan harga baru. Pedagang daging sapi di Jabodetabek bakal mogok sampai Kementerian Perdagangan mengumumkan kebijakan harga baru. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan).
Jakarta, CNN Indonesia --

Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) mengungkapkan para pedagang daging sapi di Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) akan mogok jualan sampai Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengumumkan kebijakan terkait stabilitas harga daging ke publik.

Sebelumnya, aksi mogok pedagang daging sapi berlangsung mulai hari ini, Rabu (20/1).

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APDI Asnawi mengatakan kebijakan Kemendag dalam rangka stabilisasi harga daging sapi tersebut sudah dihasilkan dalam rapat koordinasi antara pemerintah, pedagang, dan distributor daging sapi yang digelar di kantor kementerian pada Selasa (19/1) kemarin. Kementerian pun, kata Asnawi,menjanjikan publikasi kebijakan akan dilakukan pada siang ini.


"Sebelum Kemendag beri rilis ke publik, kami memilih tidak memotong karena takut bisa potong, tapi tidak bisa jual. Jadi kami putuskan bahwa jualan itu adalah pilihan, kami dagang kembali ketika pemerintah sudah sampaikan rilis atas kesepakatan bersama," ucap Asnawi kepada CNNIndonesia.com.

Lantaran publikasi baru dijadwalkan pada hari ini, aktivitas jualan daging sapi tetap mogok pada pagi ini. Begitu juga dengan aktivitas pemotongan yang biasanya dilakukan pada malam hari sebelumnya atau Selasa malam kemarin.

"Ketika malam tidak ada pemotongan, maka besok (hari ini) tidak ada penjualan," ujarnya.

Di sisi lain, Asnawi mengatakan hasil rapat yang dipimpin Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Syailendra juga tidak melarang pedagang untuk tidak berjualan. Sebab, itu sepenuhnya menjadi hak pedagang.

"Dirjen tidak bisa melarang dan tidak bisa mengiyakan, tapi itu pilihan pedagang. Dia tidak memaksa, tidak memperbolehkan, tapi kalau berdagang dia rugi, siapa yang mau nombok?" tuturnya.

Lebih lanjut, Asnawi mengatakan ada beberapa kesepakatan terkait stabilisasi harga daging sapi yang sudah disepakati antara pemerintah, pedagang, dan distributor. Pihak distributor sendiri diwakili oleh Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo).

Pertama, pemerintah menyampaikan harga daging sapi baru di tingkat pengecer sebesar Rp130 ribu per kilogram (kg). Ketetapan harga baru ini akan bertahan sampai dua bulan ke depan hingga jelang Ramadan.

Asnawi menuturkan harga ini merupakan angka yang tidak bisa ditawar atau diturunkan lagi karena kondisi distribusi dan ketersediaan stok terpengaruh oleh kondisi pandemi virus corona atau covid-19.

"Ini akan disampaikan oleh pihak pemerintah lewat Dirjen PDN Syailendra. Jadi kenaikan harga tidak bisa ditolerir, tidak bisa ditolak, tidak bisa dihindari lagi, suka tidak suka diterima karena anomali saat covid," tuturnya.

Kedua, pemerintah menjamin bahwa harga karkas daging sapi akan berada di bawah Rp100 ribu per kg ke depan. Patokan terendahnya kini berada di Rp94 ribu per kg dan tertinggi Rp95 ribu per kg dari distributor.

Sementara harga timbang sapi hidup di tingkat feedloter ditetapkan terendah sebesar Rp48.500 per kg dan tertinggi Rp49 ribu per kg. "Ini sudah tidak bisa dinego lagi, kami pedagang minta (harga karkas) di level Rp90 ribu, sapi hidup Rp45 ribu tertinggi, tapi dari Gapuspindo mengatakan itu sangat tidak mungkin, jadi tidak ada titik temu, dan kesepakatannya adalah posisi di bawah Rp100 ribu per kg," jelasnya.

Ketiga, pemerintah akan mengambil alternatif impor sapi siap potong dari Australia untuk menjamin harga karkas tetap berada di kisaran Rp95 ribu per kg. "Ini (impor) dalam waktu dekat, dua bulan ke depan," katanya.

[Gambas:Video CNN]

Keempat, pemerintah juga akan mengimpor daging sapi siap potong dari Meksiko. Estimasinya sama, yaitu sekitar dua bulan ke depan.

"Untuk ketersediaan sapi siap potong jelang Lebaran," jelasnya.

CNNIndonesia.com sudah menghubungi Dirjen PDN Kemendag Syailendra untuk mengonfirmasi berbagai kebijakan terkait stabilitas harga daging sapi dari kesepakatan rapat tersebut. Namun, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.

Alasan Harga Naik

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK