BI Ramal Modal Asing Rp267 T Banjiri RI Tahun Ini

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Kamis, 21/01/2021 18:36 WIB
BI meramal modal asing Rp267,87 triliun membanjiri Indonesia pada tahun ini. Itu salah satunya ditopang oleh Joe Biden. BI meramal pelantikan Joe Biden menjadi presiden AS membuat Indonesia kebanjiran modal asing Rp267 triliun pada tahun ini. Ilustrasi. (CNNIndonesiaSafir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Bank Indonesia (BI) memperkirakan aliran modal asing yang masuk (capital inflow) ke Indonesia mencapai US$19,1 miliar atau Rp267,87 triliun (kurs Rp14.025 per dolar AS0 pada 2021. Proyeksi ini muncul sebagai dampak dari pemerintahan baru AS di tangan Joe Biden.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan proyeksi ini lebih tinggi dari realisasi capital inflow pada 2020 yang hanya sebesar US$11 miliar. Artinya, Indonesia masih akan menjadi salah satu negara tujuan investasi portofolio global.

"Kami merasa optimis bahwa kondisi pasar keuangan global akan positif dan kita akan menjadi salah satu tujuan investasi portofolio dengan perkiraan mencapai US$19,1 miliar," kata Perry saat konferensi pers hasil rapat dewan gubernur BI secara virtual, Kamis (21/1).


Perry menjelaskan proyeksi capital inflow ini berasal dari berbagai rencana kebijakan Biden dalam mendorong pemulihan ekonomi Negeri Paman Sam. Kebijakan itu adalah ekspansi fiskal, stimulus fiskal, vaksinasi, hingga pemulihan ekonomi AS.

Tak hanya BI, pasar keuangan global pun merespons positif berbagai rencana kebijakan Biden. Hal ini bisa terlihat dari kondisi pasar yang membaik dan imbal hasil (yield) surat utang AS, US Treasury yang menurun.

"Ini sejalan dengan perkiraan kami bahwa ada perbaikan ekonomi global," imbuhnya.

[Gambas:Video CNN]

Tak hanya efek Biden, Perry mengatakan keyakinan BI juga didasarkan pada kebijakan bank sentral di berbagai negara, baik di negara maju maupun berkembang.

"Kebijakan moneter yang akomodatif dan suku bunga yang rendah, serta ekspansi moneter di banyak negara. Itu menyebabkan kondisi likuiditas meningkat dan memberi aliran modal asing ke negara berkembang, termasuk Indonesia, akan meningkat," jelasnya.

Data terakhir bank sentral nasional mencatat capital inflow mencapai US$2,1 miliar pada kuartal IV 2020. Sementara dari awal tahun sampai 19 Januari 2021 mencapai US$5,1 miliar.

"Ini termasuk penerbitan obligasi global oleh pemerintah," pungkasnya.

(agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK