Stok Cukup, Pedagang Daging Sapi Siap Jualan Lagi Malam Ini

CNN Indonesia | Kamis, 21/01/2021 19:07 WIB
Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) mengaku siap untuk kembali berjualan setelah memastikan stok daging beku masih aman hingga tiga bulan ke depan. Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) mengaku siap untuk kembali berjualan setelah memastikan stok daging beku masih aman hingga tiga bulan ke depan. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/RAHMAD).
Jakarta, CNN Indonesia --

Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) menyatakan siap kembali berjualan daging sapi di pasar tradisional Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) mulai Kamis (21/1) malam ini.

Sekretaris Jenderal APDI Yayan Suryana menyebut pihaknya berkomitmen kembali berdagang setelah mendapat kepastian stok daging beku masih aman dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 3 bulan ke depan, khususnya untuk DKI Jakarta.

Kepastian itu didapat setelah APDI dipertemukan dengan importir sekaligus distributor daging, PT Suri Nusantara Jaya, oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag).


Saat ini, PT Suri masih memiliki stok sebanyak 17 ribu ton, sementara kebutuhan di DKI per bulan mencapai 5.500 ton. Artinya, stok mencukupi hingga 3 bulan mendatang.

Kendati demikian, Yayan menyebut tak seluruh pedagang akan mulai berjualan malam ini. Secara bertahap, hingga malam Sabtu nanti, ia optimis jumlah pedagang daging sapi yang berjualan di pasar tradisional akan mencapai 100 persen.

"Insyallah (malam ini sudah bisa dagang kembali) karena kan mogok ini 3 hari. Kemungkinan besar tidak kompak semua malam ini, 100 persen kemungkinan besar malam Sabtu," katanya dikutip dari rilis, Kamis (21/1).

Dengan tercukupinya pasokan daging beku untuk 3 bulan ke depan, Yayan menyebut tidak ada alasan bagi pedagang untuk melakukan aksi mogok.

Hal ini sekaligus membantah kabar soal stok daging kosong di pasaran. "Dengan melihat stok ini kami cukup gembira bahwa pasokan itu ternyata ada. Yang mereka gemborkan kosong dan langka dengan kami main ke sini alhamdulilah ada satu jawaban bahwa kami siap berjualan lagi," ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga menyebutkan bahwa pihaknya melakukan aksi mogok akibat dari kenaikan harga yang terjadi selama 4 bulan belakangan. Jika mogok tidak dilakukan, ia khawatir daging yang biasanya dibanderol seharga Rp110 ribu per kilogram (Kg) akan naik menjadi Rp140 ribu per Kg.

Dengan melemahnya daya beli, ia khawatir masyarakat akan mengurungkan niatnya makan daging sehingga pedagang yang akan menanggung kerugian.

Sementara itu, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Didi Sumedi menyebut kenaikan yang terjadi akhir-akhir ini bersumber dari kenaikan harga di negara importir yakni Australia.

Harga sapi naik dari biasanya AU$2,8 per Kg menjadi US$3,8 per Kg atau sebesar 35 persen.

Kenaikan di Negeri Kanguru terjadi lantaran mereka sedang melakukan regenerasi sapi sehingga stok memang melandai. Pun masih melakukan ekspor, kenaikan harga tak dapat dihindari.

"Benar memang ada kenaikan harga daging sapi sumber Australia ini memang dalam rangka program reformulasi, mereka meregenerasi lagi, memformulasi sapinya sehingga memang mereka sedikit kewalahan," jelasnya.

Sebagai solusi jangka pendek, ia menyebut Kemendag tengah melakukan penjajakan untuk mengimpor daging dari negara lain seperti India, Brasil, dan Meksiko.

[Gambas:Video CNN]



(wel/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK