Harga Bitcoin Jatuh 5 Persen, Terendah Dalam 3 Pekan

CNN Indonesia | Jumat, 22/01/2021 10:07 WIB
Harga bitcoin merosot ke posisi US$29 ribu atau turun 5 persen. Angka ini level terendah bitcoin dalam tiga pekan terakhir. Harga bitcoin merosot ke posisi US$29 ribu atau turun 5 persen. Angka ini level terendah bitcoin dalam tiga pekan terakhir. (iStockphoto/skodonnell).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga bitcoin jatuh ke level terendahnya dalam tiga pekan terakhir pada perdagangan Jumat (22/1). Dikutip dari Reuters, mata uang kripto paling populer di dunia itu merosot hampir 5 persen ke level US$29.300 di awal sesi Asia.

Dua pekan lalu bitcoin masih bertengger di level tertingginya US$42.000. Penurunan harga disebabkan aksi ambil untung dan kekhawatiran tentang peraturan tambahan yang mendorong mata uang kripto menuju kerugian mingguan lebih dari 15 persen.

Seperti diketahui, Bitcoin telah melewati reli yang sangat luar biasa karena harganya naik lebih dari dua kali lipat setelah melewati level US$20.000 untuk pertama kalinya 16 Desember lalu.


Pada 2 Januari lalu, harga Bitcoin tembus ke atas US$30.000 sebelum akhirnya mendekati US$42.000 per btc. Namun setelah itu, volatilitas kian meningkat dan membuat aset digital ini mengalami koreksi signifikan.

Aksi ambil untung terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa bitcoin adalah salah satu dari sejumlah aset yang menggelembung di pasar keuangan.

Di samping itu, ketakutan bahwa pemerintahan Presiden AS Joe Biden dapat mencoba mengatur cryptocurrency juga memberikan sentimen negatif terhadap bitcoin.

[Gambas:Video CNN]

Selama sidang Senat pada Selasa (19/1) kandidat Menteri Keuangan AS Janet Yellen menyatakan kekhawatirannya bahwa cryptocurrency dapat digunakan untuk membiayai kegiatan ilegal.

"Saya pikir banyak yang digunakan, setidaknya dalam arti transaksi, terutama untuk pembiayaan gelap, dan saya pikir kita benar-benar perlu memeriksa cara-cara di mana kita dapat membatasi penggunaannya dan memastikan bahwa pencucian uang tidak terjadi melalui saluran-saluran ini," kata mantan ketua Federal Reserve AS tersebut.

(hrf/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK