PERISKOP 2021

5 Investasi Magnet Cuan di Tahun Kerbau Logam

Wella Andany, CNN Indonesia | Senin, 04/01/2021 09:25 WIB
Tahun 2021 masih menjadi tahun penuh tantangan bagi investor. Berikut ulasan ragam investasi yang dapat mendatangkan cuan pada tahun kerbau logam. Tahun 2021 masih menjadi tahun penuh tantangan bagi investor. Ilustrasi. (Istockphoto/ Ipopba).
Jakarta, CNN Indonesia --

Tahun 2020 baru saja berlalu. Kini, saatnya Anda membuka lembaran baru dalam memilih investasi pada tahun kerbau logam.

Masih segar dalam ingatan kepanikan pasar yang melanda saat virus corona masuk RI pada awal Maret lalu.

Kala itu, pasar modal sempat terjun bebas ke titik terendah, 3.911. Meski mulai bangkit, indeks saham belum kembali ke posisi semula di kisaran 6.300. Tercatat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup tahun lalu di posisi 5.979.


Di sisi lain, emas malah laris manis tahun lalu. Kekhawatiran investor akan infeksi covid-19 menjadikan emas tempat yang 'aman' untuk memarkirkan dana mereka.

Di posisi puncaknya, harga jual emas Antam sempat mencapai Rp1 juta-an per gram. Di perdagangan internasional Commodity Exchange COMEX, harga emas sempat menembus level US$2.000-an per troy ons.

Lantas, bagaimana dengan peluang investasi tahun kerbau logam? Akan kah emas masih berkilau di tengah distribusi vaksin covid-19? Berikut ulasan lima investasi pengundang cuan pada tahun kerbau logam.

1. Saham

Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee menyebut vaksinasi akan menjadi perhatian pelaku pasar sekaligus penentu arah IHSG sepanjang tahun ini.

Jika 2020 dihiasi euforia dan optimisme kala vaksin covid-19 ditemukan, maka 2021 akan menjadi pembuktian efektivitas vaksinasi dalam mengungkit ekonomi global maupun dalam negeri.

Hans memaparkan dua skenario kinerja pasar modal tahun ini. Pertama, apabila distribusi dan vaksinasi membutuhkan waktu yang lebih panjang dari perkiraan, maka indeks berpotensi tertekan hingga ke level 5.500.

Kedua, jika vaksinasi berlangsung relatif cepat dan menunjukkan efektivitas yang tinggi, ia optimistis indeks bisa melesat hingga 7.000. Rentang yang diprediksinya memang lumayan berjarak sebab ia menilai arah pasar sangat ditentukan oleh keberhasilan vaksinasi.

Realistisnya, ia meneropong indeks akan bergerak di kisaran 6.000-an pada 2021 selama distribusi vaksin berlangsung, tak jauh-jauh dari posisinya sebelum pandemi mengadang.

"Pasar sulit diprediksi, masalah besarnya adalah Indonesia bukan negara seperti Amerika Serikat yang satu lempeng, kita kepulauan," ungkapnya kepada CNNIndonesia.com.

Selain itu, seperti negara berkembang lainnya, infrastruktur Indonesia masih menjadi tantangan. Imbasnya, distribusi vaksin bakal memakan waktu.

Selain itu, ia menyatakan sentimen lain yang akan mewarnai IHSG adalah pelantikan Presiden Terpilih AS Joe Biden. Arah kebijakan Biden dari pengucuran stimulus hingga sikapnya terhadap China juga akan menentukan langkah investor.

Hans juga mengingatkan secara global seluruh indeks dunia juga masih dirundung ketidakpastian dari mutasi virus corona. Tak hanya itu, angka akumulasi jumlah positif covid-19 juga masih terus bertambah.

"Vaksinasi bukan hal gampang, realita di lapangan tidak segampang apa yang dipikirkan. Ini jadi PR kita menatap tahun ini," jelasnya.

2. Valas

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi melihat potensi cuan dari koleksi valas tahun ini, terutama dolar AS. Ia meramal mata uang garuda mampu menguat dari level tutuptahundi Rp14 ribuan, menuju level Rp13.500 per dolar AS.

Sebetulnya, ia memprediksi rupiah mampu menguat ke level Rp13 ribuan per dolar AS pada tahun lalu. Namun, proyeksi itu meleset karena keputusan Brexit tertunda serta alotnya diskusi penggelontoran stimulus AS, 

Kendati demikian, ia menyebut optimisme masih berlanjut tahun ini. Selain karena Inggris dan Uni Eropa telah mencapai kesepakatan Brexit, Ibrahim juga menyebut potensi penambahan paket stimulus pemerintahan Biden akan menjadikan rupiah dan mata uang Asia lainnya menguat.

[Gambas:Video CNN]

Ia merekomendasikan untuk membeli dolar AS saat berada di level Rp13 ribu-an. Pasalnya, ia melihat peluang pelemahan rupiah di level Rp15 ribu terbuka lebar pada tahun kerbau logam.

Ibrahim menyebut rupiah berpotensi melemah apabila konflik geopolitik di Laut China Selatan kembali memanas. Selain itu, pelemahan berpotensi terjadi jika ternyata vaksin tak mampu membantu mengerek ekonomi RI.

"Bisa saja pada 2021 investor yang membeli dolar di harga Rp13.500 akan mendapatkan keuntungan yang cukup besar, karena pada 2021 pun ada kemungkinan besar rupiah bisa ke level Rp15 ribu-an," jelasnya.

Prospek Emas, Bitcoin dan Properti

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK