Rupiah Terjun ke Rp14.035 Per Dolar AS Akhir Pekan

CNN Indonesia | Jumat, 22/01/2021 16:13 WIB
Nilai tukar rupiah melemah 0,25 persen berada di posisi Rp14.035 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Jumat (22/1) sore. Nilai tukar rupiah melemah 0,25 persen berada di posisi Rp14.035 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Jumat (22/1) sore. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.035 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Jumat (22/1) sore. Posisi tersebut melemah 0,25 persen dibandingkan perdagangan Kamis (21/1) sore di level Rp14.000 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.054 per dolar AS, atau melemah dibandingkan posisi hari sebelumnya yakni Rp14.039 per dolar AS.

Sore ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Yen Jepang melemah 0,13 persen, dolar Singapura melemah 0,27 persen, won Korea Selatan melemah 0,45 persen, dan peso Filipina melemah 0,07 persen.


Kemudian yuan China 0,22 persen, ringgit Malaysia melemah 0,31 persen, bath Thailand terpantau melemah 0,15 persen, dan rupee India melemah 0,15 persen. Hanya dolar Taiwan yang terpantau masih stagnan alias tak bergerak.

Sementara itu, mata uang di negara maju bergerak menguat terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris menguat 0,36 persen, dolar Australia menguat 0,40 persen dan franc Swiss menguat 0,08 persen. Sebaliknya dolar Kanada melemah 0,40 persen.

Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan sore ini tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun terlihat menguat kembali sejak kemarin. Kenaikan ini merefleksikan optimisme pasar terhadap pemulihan ekonomi dan kenaikan tingkat inflasi AS.

Hal tersebut kembali penguatan dolar AS terhadap nilai tukar lainnya, termasuk rupiah sepanjang hari ini.

"Selain itu saya lihat sore ini indeks saham Asia berguguran, kelihatannya minat pasar terhadap aset berisiko menurun yang juga mendukung sentimen pelemahan rupiah," ucapnya kepada CNNIndonesia.com.

Pekan depan, yield yang tinggi, rencana stimulus besar AS, hingga kenaikan kasus covid-19 masih akan membayangi pergerakan harga. Selain itu pasar juga akan menantikan hasil rapat kebijakan moneter The Fed pada Kamis dinihari.

"Rupiah bisa melemah kalau The Fed lebih optimis soal kondisi ekonomi di AS. Potensi pergerakan rupiah di kisaran Rp13.950-14.150 per dolar AS," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK