Kemenhub Tunggu Lampu Hijau Satgas Covid Soal GeNose

CNN Indonesia | Selasa, 26/01/2021 07:29 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi akan menggunakan GeNose secara bertahap pada moda transportasi umum. Menhub Budi Karya Sumadi akan menggunakan GeNose secara bertahap pada moda transportasi umum. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menuturkan Satgas Penanganan Covid-19 akan memberikan wewenang kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam pemakaian alat deteksi virus corona, GeNose. GeNose sendiri merupakan buatan Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Kami nanti jam 20.00 WIB rapat dengan gugus tugas (Satgas Covid-19) dan informasinya gugus tugas akan memberikan kewenangan pada kami untuk memberikan surat keterangan bahwa ini (GeNose) sudah bisa dipakai," ujarnya dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR, Senin (25/1).

Ia menuturkan Kementerian Perhubungan rencananya akan menggunakan GeNose secara bertahap. Prioritasnya, kata Budi, akan digunakan untuk tes covid-19 di sektor perkeretaapian.


Pertimbangannya, lanjutnya, tarif GeNose ini sangat murah yakni Rp15 ribu untuk sekali tes. Harga ini berbeda dengan tes covid menggunakan metode swab PCR yang mencapai kisaran harga Rp1 juta hingga Rp2 juta.

"Insya Allah 5 Februari sudah bisa kami pakai," terangnya.

Budi sendiri telah melakukan uji coba alat tersebut bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan di Stasiun Pasar Senen, Jakarta pada, Sabtu (23/1) lalu. Rencananya, GeNose akan didistribusikan ke seluruh moda transportasi umum, mulai dari kereta, lalu dilanjut ke bandar udara hingga pelabuhan dan terminal.

Menko Luhut menilai GeNose merupakan inovasi yang baik untuk membantu pemerintah melakukan program tracking, tracing, testing, dan treatment (4T). Selain itu, GeNose nyaman dan mudah digunakan, yaitu hanya menghembuskan udara ke kantong yang sudah disiapkan.

[Gambas:Video CNN]

"Alatnya hanya seharga Rp62 juta dan harga per orangnya hanya dikenakan sekitar Rp20 ribu. Jika pemakaian lebih banyak tentunya cost-nya akan semakin turun dan nantinya alat ini akan terus dikembangkan sehingga mempunyai akurasi yang akan lebih tajam," tuturnya.

Ke depan, Luhut ingin penggunaan GeNose bisa lebih luas, yaitu ke area publik seperti hotel, mal, hingga lingkungan masyarakat di RT/RW. Namun, Luhut mengingatkan agar penggunaan kantong plastik pada GeNose menggunakan bahan yang mudah didaur ulang agar lebih ramah lingkungan.

GeNose sendiri disebut memiliki akurasi mencapai di atas 90 persen dan sudah mengantongi izin edar dari Kementerian Kesehatan. Namun, sejumlah pihak masih mempertanyakan akurasi alat ini.

(ulf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK