Wamendag Beberkan Potensi Pasar Jumbo Game Online

CNN Indonesia | Kamis, 28/01/2021 18:13 WIB
Pemerintah mendorong programmer lokal untuk memproduksi game online yang menarik mengingat besarnya potensi pasar di dalam negeri. Pemerintah mendorong programmer lokal untuk memproduksi game online yang menarik mengingat besarnya potensi pasar di dalam negeri. (CNN Indonesia/Tri Wahyuni).
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga mengungkapkan Indonesia memiliki potensi pasar gim daring (game online) yang besar mengingat tingginya penetrasi digital.

Oleh karena itu, kata dia, pemerintah serius untuk mengembangkan industri gaming dengan mendorong pada programmer lokal untuk memproduksi game online yang menarik.

"Beberapa waktu lalu kami datang ke kreator game online itu 100 persen karya anak bangsa, orang kita sendiri yang buat dan mereka sudah banyak memiliki followers, mengadakan kompetisi yang artinya mempunyai komunitas," ujarnya dalam BRI Group Economic Forum 2021, Kamis (28/1).


Menurut Jerry, jika game online yang dimainkan lebih banyak besar dari luar negeri, hal tersebut akan memberatkan neraca pembayaran Indonesia lantaran banyaknya uang yang lari ke luar negeri.

Sebagai gambaran, orang yang akan bermain game online akan mengunduh game yang biasanya gratis. Namun ketika telah menggandrungi game tersebut, maka ia rela membeli fitur-fitur dalam game berapa pun harganya.

"Memang murah 1 dolar atau mungkin Rp10 ribu sampai Rp15 ribu, tapi bayangkan yang membeli fitur itu 1 juta, 10 juta orang bahkan mungkin 50 juta itu bisa dilihat nilainya," jelasnya.

Karena hal itu pula lah, menurut Jerry, negara-negara lain seperti Korea Selatan bisa mengkapitalisasi potensi game online tersebut.

[Gambas:Video CNN]

"Berkaca pada Korea Selatan dan lain bisa mengkapitalisasi dari situ, kalau kita pahami definisi ekspor bisa keluar masuk barang produk dan jasa, game online masuk di dalamnya, dan itu memberikan penghasilan dan juga manfaat yang luar biasa," ujarnya.

Jumlah pemain gim di Indonesia memang cukup besar. Newzoo, lembaga riset gim dan e-sport yang berbasis di Belanda, mencatat total gamers Indonesia mencapai 100 juta orang, nyaris setengah dari total pemain gim di Asia Tenggara yang mencapai 248 juta orang pada 2019.

Meski demikian, total pendapatan industri gim daringnya hanya sebesar US$1,31 miliar. Sementara Korea Selatan, yang jumlah pemainnya hanya 50 juta orang, pendapatan dari industri game online mencapai US$6,76 miliar.

(hrf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK