6 Holding BUMN Diproses Dalam Waktu Dekat

CNN Indonesia | Kamis, 28/01/2021 18:48 WIB
Kemenkeu bersama Kementerian BUMN akan memproses pelaksanaan enam holding, antara lain sektor jasa survei, industri pangan, dan industri pertahanan. Kemenkeu bersama Kementerian BUMN akan memproses pelaksanaan enam holding, antara lain sektor jasa survei, industri pangan, dan industri pertahanan. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Keuangan akan memproses pelaksanaan enam holding BUMN dalam waktu dekat bersama Kementerian BUMN. Enam holding itu adalah jasa survei, industri pangan, industri pertahanan, industri media, layanan kepelabuhan, dan layanan transportasi (aviasi-pariwisata).

"Ada yang sedang kami lakukan itu beberapa rencana enam holding. Konsep holding ini kami melihat kepada sebuah ekosistem ketika ada kesamaan bisnis antar BUMN itu, maka dibuat kelompok dalam rencana holding," ujar Direktur Kekayaan Negara Dipisahkan Kementerian Keuangan Meirijal Nur di acara Corporate Restructuring-Enhancing Economic & Social Value, Kamis (28/1).

Hanya saja, ia tak menjelaskan lebih lanjut target pembentukan holding untuk enam sektor tersebut. Ia juga tak merinci detail sudah sampai mana proses pembentukan holding untuk masing-masing sektor.


Diketahui, Menteri BUMN Erick Thohir memang sedang merancang sejumlah holding. Untuk holding pertahanan misalnya, beberapa perusahaan pelat merah yang akan menjadi anggotanya adalah PT Len Industri (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT Pindad (Persero), dan PT Dahana (Persero).

Kemudian, holding aviasi dan pariwisata terdiri dari PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atawa dikenal Indonesia Tourism Development Corporation (Persero) atau ITDC, dan PT Hotel Indonesia Natour (Persero) atau HIN.

Selanjutnya, Meirijal mengungkap bahwa pemerintah juga kembali membahas terkait pembentukan holding industri panas bumi (geothermal). Namun, dia tak menjelaskan lebih detail terkait poin-poin apa saja yang dibahas.

"Itu dinamikanya terjadi terus dalam waktu belakangan ini, di mana itu akan kami kira satu upaya untuk membangun sinergitas dan itu ujung-ujungnya membangun nilai yang lebih baik untuk memiliki kekuatan dalam kelompok holding," ucapnya.

Holding terkait panas bumi sebelumnya sempat dibahas pada 2016 lalu. Beberapa perusahaan yang direncanakan masuk dalam holding tersebut, antara lain PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), PT Geo Dipa Energy (Persero), dan PT Perusahan Listrik Negara (Persero).

[Gambas:Video CNN]



(aud/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK