Utang BUMN Bengkak Jadi Rp1.682 T per September 2020

CNN Indonesia | Kamis, 28/01/2021 14:49 WIB
Wamen BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan kenaikan utang BUMN terjadi karena penugasan proyek infrastruktur pemerintah tetap berjalan di tengah pandemi. Wamen BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan kenaikan utang BUMN terjadi karena penugasan proyek infrastruktur pemerintah tetap berjalan di tengah pandemi. (CNN Indonesia/Elisa Valenta Sari).
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan pembangunan infrastruktur membuat posisi utang perusahaan-perusahaan pelat merah membengkak.

Pasalnya, di tengah kesulitan keuangan karena pandemi covid-19 tahun lalu, penugasan BUMN untuk pembangunan proyek infrastruktur pemerintah tak serta-merta berhenti.

"Memang kami sangat diharapkan membangun infrastruktur dasar seperti tol, bandara, pelabuhan membuat secara posisi utang BUMN meningkat mencapai Rp1.682 triliun di bulan sembilan 2020," ujarnya dalam BRI Group Economic Forum 2021, Kamis (28/1).


Selain itu, penugasan untuk membantu pemulihan ekonomi nasional juga turut membebani keuangan perusahaan pelat merah. Sementara, pada saat bersamaan, BUMN sektor energi terpukul karena konsumsi menurun drastis.

"Kalau kita lihat growth revenue di mana yang paling berdampak sektor energi, di mana konsumsi dari pada BBM dan listrik selama 9 bulan lalu karena covid ini membuat demand dan pembelian energi menurun drastis," terangnya.

[Gambas:Video CNN]

Peningkatan utang BUMN memang bukan pada 2020 saja terjadi. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, kenaikan utang 2020 relatif lebih tinggi.

Pada 2017 misalnya, utang BUMN Rp942,9 triliun dan tahun 2018 meningkat menjadi Rp 1.251,7 triliun. Sementara di 2019 utang kembali meningkat menjadi Rp1.393 triliun.

"Covid memang secara signifikan memengaruhi seluruh perusahaan tak kecuali BUMN, pertumbuhan utang BUMN selama 5 tahun terakhir," terang pria yang akrab disapa Tiko tersebut.

(hrf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK