Singapura Setuju Konversi Utang Perusahaan Hary Tanoe Rp3,2 T

CNN Indonesia | Selasa, 02/02/2021 08:13 WIB
Pengadilan Tinggi Singapura menyetujui konversi utang dari penerbitan obligasi MNC Investama, induk usaha MNC Group milik Hary Tanoesoedibjo, Rp3,2 triliun. Pengadilan Tinggi Singapura menyetujui konversi utang dari penerbitan obligasi MNC Investama, induk usaha MNC Group milik Hary Tanoesoedibjo, sebesar Rp3,2 triliun. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengadilan Tinggi Singapura menyetujui penukaran penawaran (exchange offer) atau konversi utang dari penerbitan obligasi PT MNC Investama Tbk (BHIT) sebesar US$231 juta atau setara Rp3,23 triliun (kurs Rp14 ribu per dolar AS) pada akhir bulan lalu.

MNC Investama merupakan induk usaha dari MNC Group milik pengusaha Hary Tanoesoedibjo.

"Dalam exchange offer yang telah disetujui, semua pemegang obligasi akan diminta untuk memilih antara saham baru atau obligasi baru," ungkap Direktur Utama MNC Investama Darma Putra dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (2/2).


Pemegang obligasi dapat memilih saham baru dalam waktu dua bulan sejak tanggal efektif skema, sedangkan untuk pilihan obligasi baru diberikan waktu hingga enam bulan dari tanggal efektif skema.

Opsi yang diberikan adalah menukar obligasi dengan saham baru perseroan dengan nilai tukar 8.267.052 saham per US$100 ribu dari jumlah pokok obligasi.

Ini setara dengan harga konversi Rp173 per saham (kurs Rp14.302 per dolar AS seperti yang disetujui pengadilan.

Opsi lain adalah obligasi baru yang diterbitkan oleh perseroan dengan nilai tukar US$100 ribu jumlah pokok obligasi baru untuk setiap US$100 ribu jumlah pokok obligasi.

Obligasi baru menawarkan kupon tetap 1 persen per tahun ditambah dengan kupon variabel yang ditentukan berdasarkan jumlah dividen tunai yang diterima perseroan dari PT Global Mediacom Tbk dan PT MNC Kapital Indonesia Tbk. Obligasi baru ini memiliki jangka waktu lima tahun.

"Perseroan telah mendapatkan konfirmasi bahwa setidaknya 65 persen pemegang obligasi akan mengkonversi obligasi menjadi saham. Saham baru akan diterbitkan oleh perseroan dalam waktu 12 bulan dari tanggal efektif," terang dia.

Selanjutnya, konversi utang menjadi saham akan menurunkan sisa utang induk perseroan sekitar 65 persen dari US$231 juta menjadi US$81 juta.

Sementara, ekuitas induk akan meningkat 18,1 persen dari Rp12,2 triliun menjadi tidak kurang dari Rp14,5 triliun, sehingga BV/share menjadi Rp196.

"Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada pemegang obligasi atas kepercayaannya pada perseroan. Tentunya, akan ada keuntungan finansial secara langsung seperti pengurangan utang induk, penguatan modal, dan penurunan biaya keuangan yang ditanggung oleh perseroan, sehingga BHIT dapat tumbuh lebih cepat dan bergerak maju dengan rencana digitalisasi di semua unit bisnis," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]



(uli/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK