KPPU Buka Suara Terkait Rencana Merger Tri-Indosat

CNN Indonesia | Jumat, 05/02/2021 09:59 WIB
KPPU menyatakan belum menemukan dugaan pemusatan pangsa pasar dalam rencana merger Tri-Indosat. KPPU belum menemukan indikasi pemusatan pangsa pasar dalam rencana merger Tri-Indosat. Ilustrasi. ( CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) buka suara terkait rencana merger dua perusahaan telekomunikasi, PT Hutchison 3 Indonesia dengan PT Indosat Tbk (ISAT).

Ketua Komisi KPPU Kodrat Wibowo menyebut pihaknya tidak memiliki dugaan berlebihan terkait kemampuan keduanya melakukan pemusatan pangsa pasar.

"Secara kasat mata KPPU tidak punya dugaan berlebih terkait kemampuan mereka melakukan pemusatan pasar kalau bicara masalah pangsa pasarnya," kata Kodrat pada press briefing daring, Kamis (4/2).


Meski berpotensi membuat pasar telekomunikasi kian terkonsentrasi, namun KPPU memastikan pihaknya tetap melaksanakan tugas pengawasan dalam kaitannya dengan merger kedua perusahaan.

Dia juga menyebut KPPU dan beberapa Kementerian tengah berdiskusi terkait kemungkinan merger tersebut. Itu dilakukan karena merger merupakan isu bersama karena tidak hanya berdampak bagi kedua perusahaan, namun juga masyarakat secara luas.

"Jadi jangan berspekulasi, pada intinya kami akan menunggu laporan atau notifikasi dari pelaku usaha yang melakukan merger," tambah dia.

Sebelumnya, Director and Chief Operating Officer PT Indosat Tbk Vikram Sinha mengungkap telah mengantongi dukungan pemerintah untuk melakukan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan PT Hutchison 3 Indonesia guna mengkaji potensi penggabungan usaha.

[Gambas:Video CNN]

Meski MoU tersebut tak bersifat mengikat, rencana merger yang telah diinisiasi tersebut dipandang baik bagi industri telekomunikasi di Indonesia.

"MoU ini bersifat tidak mengikat dan saat ini bagi manajemen bisnis berjalan seperti biasa, namun kami juga sangat senang mendengar bahwa pemerintah meng-endorse kemungkinan ini yang juga sangat baik bagi pertumbuhan keseluruhan telekomunikasi industri di Indonesia," ucapnya dalam paparan publik yang digelar secara virtual, Selasa (12/1).

Akhir Desember lalu, penandatanganan MoU dilakukan oleh perusahaan induk mereka masing-masing, yaitu Ooredoo QPSC dan CK Hutchison Holdings Limited. Ini merupakan tahap awal untuk menilai potensi dari transaksi merger kedua perusahaan.

Vikram juga menyampaikan sampai saat ini MoU tersebut belum berdampak apa pun terhadap bisnis perusahaan.

"Saat ini manajemen tetap fokus pada pertumbuhan dan strategi yang sudah disiapkan sebelumnya," imbuhnya.

Perusahaan dalam enam kuartal terakhir telah membukukan pertumbuhan sangat signifikan dikarenakan peningkatan jaringan serta penawaran produk yang lebih sederhana dan relevan kepada pelanggan.

"Tahun lalu kami menghentikan penawaran produk unlimited salah satunya karena keinginan kebutuhan konsumen untuk produk yang simple dan transparan. Kami juga melihat banyaknya potensi di space digital sehingga tapi juga akan terus berinvestasi dalam aspek tersebut," tuturnya.

(wel/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK