PLN Manfaatkan Sinar UV Genjot Produksi Tanaman Hidroponik

CNN Indonesia | Senin, 08/02/2021 08:58 WIB
PLN memanfaatkan sinar lampu ultraviolet untuk menggenjot produktivitas tanaman hidroponik. Upaya itu diklaim mampu menggenjot produksi. PLN melakukan inovasi dengan memanfaatkan sinar UV untuk menggenjot produktivitas tanaman hidroponik. Ilustrasi. (boonsom/Thinkstock).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN melakukan inovasi dalam memanfaatkan sinar lampu ultraviolet (UV) untuk meningkatkan produktivitas tanaman hidroponik.

Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN Agung Murdifi mengatakan inovasi ini dilakukan untuk mendukung mendukung program-program pemberdayaan masyarakat yang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi dalam keterangan yang dikutip dari website Kementerian ESDM menyatakan inovasi ini dilakukan melalui hasil kerja sama PLN dengan dengan Pusat Pelatihan Pertanian & Pedesaan Swadaya (P4S) Buana Lestari di Wisata Edukasi Tani Terpadu (WETT) Betet, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.


Pemanfaatan listrik dalam menggenjot produktivitas ekonomi, sambung Agung, sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan ketersediaan pasokan listrik bagi masyarakat dan wilayah yang perekonomiannya sedang tumbuh.

"Ketersediaan listrik di masyarakat harus mampu meningkatkan kehidupan masyarakat yang lebih baik," jelasnya.

Penggerak program hidroponik Asrori mengatakan pemanfaatan sinar UV sebagai pengganti cahaya matahari di malam hari cukup efektif dalam mempercepat pertumbuhan tanaman hidroponiknya. 

Ia mengatakan dengan sistem pengairan yang stabil dan penerangan dengan lampu UV ini, sayur organik dapat dipanen yang normalnya baru bisa dipanen dalam waktu 45 hari bisa dipercepat menjadi 30-35 hari.

[Gambas:Video CNN]

Tak hanya waktu panen yang lebih cepat, kualitas hasil panennya juga lebih baik. Dari sisi berat misalnya. Jika dikembangkan dengan teknik hidroponik biasa, berat tanaman hanya mencapai 150 gram per batang.

Tapi dengan inovasi ini, beratnya bisa bisa mencapai 200-250 gram untuk setiap batang tanamannya.

"Berkat sinar lampu UV, nutrisi yang dibutuhkan tanaman hidroponik terus terjaga serta mendapatkan cukup sinar selama 24 jam penuh sehingga tanaman tumbuh lebih optimal," ungkap Asrori.

Tak hanya itu, lampu UV ini juga mampu meningkatkan kualitas tanaman mulai dari daun dan akar putih yang lebih cerah. Indikator ini menandakan tanaman tersebut terklasifikasi sebagai tanaman sehat.

"Dari segi rasa juga tidak perlu khawatir, karena tidak pahit, ini pun sekaligus aman untuk langsung dikonsumsi," ungkap Asrori.

Ia menambahkan dari kalkulasi bisnis, tanaman hidroponik dengan lampu UV memiliki prospek cerah. Di samping mampu memanfaatkan lahan terbatas, membangun ketahanan energi pangan yang sehat, omset yang dihasilkan melebihi nilai yang diinvestasikan.

Sebagai gambaran, untuk skala kecil rumah tangga 40 lubang, investasi yang dikeluarkan untuk starter kit hidroponik dengan sinar lampu UV sekitar Rp 1,8 juta dengan biaya operasional setiap kali tanam hanya sebesar Rp 100 ribu. Berat hasil panen untuk setiap lubang berkisar di angka 200-250 gram.

"Ini yang menjadikan para pelaku hidroponik mulai merambah mengembangkan sistem hidroponik dengan sinar lampu UV untuk meningkatkan produktivitas tanaman," tegas Asrori.

Meski memberikan manfaat, Asrori mengatakan penggunaan lampu UV tidak dilakukan dengan sekadarnya.

"Yang perlu diingat, lampu yang digunakan harus lampu khusus yang biasa disebut GROW LED yang memancarkan spektrum cahaya ultraviolet. Selain itu, jarak antar lampu pun harus menyesuaikan. Idealnya 1 lampu untuk 2 meter persegi dengan tinggi 150 cm dari tanaman," terang Asrori.

(agt/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK