Konsumsi Energi Diramal Naik Tipis Tahun Ini

CNN Indonesia | Jumat, 05/02/2021 06:04 WIB
Dewan Energi Nasional (DEN) memperkirakan konsumsi energi bakal meningkat seiring proyeksi ekonomi membaik tahun ini. Dewan Energi Nasional (DEN) memperkirakan konsumsi energi bakal meningkat seiring proyeksi ekonomi membaik tahun ini. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Umarul Faruq).
Jakarta, CNN Indonesia --

Dewan Energi Nasional (DEN) meramalkan konsumsi energi akan naik pada 2021, mulai dari minyak, gas, hingga batu bara untuk kelistrikan.

Sekretaris Jenderal DEN Djoko Siswanto mengatakan proyeksi ini berasal dari realisasi konsumsi energi pada 2020 dan asumsi pertumbuhan ekonomi pada 2021. Realisasi konsumsi rumah tangga secara keseluruhan memang cenderung turun dari tahun sebelumnya, tapi perekonomian diperkirakan bakal perlahan pulih, sehingga konsumsi energi mungkin membaik pada tahun ini.

"Sebenarnya pemerintah sedang finalisasi proyeksi demand (permintaan) untuk tahun ini dan tahun-tahun berikutnya. Tapi kami prediksi demand energi 2021 sedikit naik dari 2020," kata Djoko di acara CNBC Energy Outlook 2021, Kamis (4/2).


Untuk konsumsi sektor kelistrikan, Djoko mengatakan proyeksi DEN permintaan akan tumbuh sekitar 2,25 persen. Sementara untuk minyak dan gas (migas) juga diperkirakan bakal naik, tapi belum ada angka pastinya.

"Setidaknya akan lebih baik daripada demand energi di 2020 yang stagnan, bahkan sebagian komoditas turun, seperti BBM, khususnya avtur," imbuhnya.

Kendati demand kemungkinan hanya naik tipis, Djoko mengatakan DEN tetap menargetkan peningkatan porsi Energi Baru Terbarukan (EBT) pada bauran energi pada tahun ini. Hal ini sejalan dengan semangat yang tertuang di Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 22 Tahun 2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

Dalam beleid itu, ditargetkan bauran energi nasional dari EBT mencapai 14,52 persen dari saat ini 11 persen. Lalu, bauran energi dari gas bumi harus meningkat dari 19,3 persen menjadi 21,9 persen pada tahun ini.

Begitu juga dengan batu bara, targetnya naik tipis 35,46 persen dari sebelumnya 35 persen. Sementara porsi pemenuhan kebutuhan energi dari minyak bumi diharap turun dari 34 persen menjadi 28,12 persen pada 2021.

Sementara Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati optimis konsumsi migas bakal naik sekitar 10 persen sampai 12 persen pada tahun ini. Alasannya, karena pemulihan ekonomi mulai berlangsung.

"Proyeksi kami demand naik 10-12 persen, jadi Pertamina akan mendorong dari sisi hulu ke hilir untuk memenuhinya," ucap Nicke pada kesempatan yang sama.

Menurutnya, target ini tidak terlalu tinggi karena hanya naik sedikit dari realisasi konsumsi migas pada tahun lalu yang mengalami penurunan rata-rata sekitar 25 persen secara nasional dan keseluruhan tahun.

"Bahkan demand migas sempat turun 50 persen saat awal-awal pandemi tahun lalu," imbuhnya.

Direktur Perencanaan Korporat PT PLN (Persero) Muhammad Ikbal Nur mengatakan perusahaan setrum raksasa nasional menyiapkan dua proyeksi permintaan konsumsi listrik pada tahun ini. Target optimisnya, pertumbuhan konsumsi listrik bakal sejalan dengan asumsi perekonomian dari pemerintah, yaitu sekitar 4 persen sampai 5 persen.

"Kalau pandemi dan vaksin bisa cepat, prediksi pertumbuhan listrik akan tumbuh seiring target pemerintah. Tapi kalau pandemi sedikit lebih lama, target pesimis kami 2 persen sampai 3 persen di 2021," jelas Ikbal.

Sementara pada 2020, PLN mencatat konsumsi listrik sebenarnya tidak turun, tapi tidak juga naik, alias stagnan. Kendati begitu, perusahaan mengaku tetap melanjutkan sejumlah proyek investasi, pembangunan pembangkit listrik, trafo distribusi, hingga sambungan listrik ke konsumen.

[Gambas:Video CNN]

Secara total, jumlah konsumen pun meningkat hingga tembus 79 juta pelanggan, meski pemakaiannya flat. "Dari konsumen bisnis karena PSBB jadi banyak turun, tapi di sisi konsumen rumah tangga, pertumbuhannya di atas rata-rata sehingga secara general flat," imbuhnya.

Lebih lanjut, dengan proyeksi kenaikan permintaan kelistrikan, Ikbal menjamin PLN siap memberikan layanan kepada masyarakat. Pasokan pun sudah diamankan, meski beberapa waktu lalu sempat terkendala banjir hingga gempa bumi di beberapa wilayah.

(uli/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK