ESDM Bidik Bangun 25 Sistem jaringan Tenaga Listrik Pintar

CNN Indonesia | Kamis, 11/02/2021 08:10 WIB
Kementerian ESDM menargetkan instalasi lima sistem listrik pintar (smart grid) baru di Jawa dan Bali setiap tahun hingga 2024 mendatang. Kementerian ESDM menargetkan instalasi lima sistem listrik pintar (smart grid) baru di Jawa dan Bali setiap tahun hingga 2024 mendatang. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian ESDM menargetkan membangun 25 sistem jaringan tenaga listrik pintar atau smart grid di kawasan Jawa dan Bali hingga 2024 mendatang.

Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Munir Ahmad mengatakan target ini sebenarnya sudah mulai dikejar sejak tahun lalu.

"Targetnya, setiap tahun pada periode 2020 sampai 2024, di-instal lima sistem (smart grid) baru di Jawa-Bali, sehingga dalam lima tahun ke depan, dibangun 25 sistem smart grid baru," kata Munir seperti dikutip dari Antara, Rabu (10/2).


Munir menjelaskan sistem smart grid ini memungkinkan pengaturan kelistrikan secara efisien dan beragam, termasuk untuk energi baru terbarukan (EBT). Sistem ini akan memberikan peningkatan layanan kelistrikan kepada masyarakat.

Smart grid merupakan sistem jaringan tenaga listrik yang dilengkapi dengan teknologi informasi dan teknologi komunikasi canggih yang dapat memungkinkan sistem pengaturan tenaga listrik secara efisien.

Termasuk, menyediakan keandalan pasokan tenaga listrik yang tinggi, pemanfaatan sumber energi terbarukan, dan memungkinkan partisipasi pelanggan dalam penyediaan tenaga listrik.

Menurut Munir, teknologi smart grid merupakan salah satu strategi yang diupayakan oleh pemerintah dalam penyediaan listrik nasional sehingga seluruh masyarakat Indonesia mendapatkan listrik dalam jumlah yang cukup, dengan kualitas yang baik, dan dengan harga yang terjangkau.

"Pemanfaatan teknologi smart grid tidak terbatas pada konsumen listrik perkotaan dan skala besar, teknologi ini juga dapat dimanfaatkan pada skala kecil di pedesaan dan daerah terpencil dengan akses yang sulit ke jaringan transmisi," ujarnya.

Koordinator Kerja Sama Ketenagalistrikan Senda H Kanam mengatakan konsep smart grid ini mengikuti tren industri 4.0 yang konsumennya juga berperan sebagai produsen, dapat memproduksi, menyimpan, dan menjual listrik kepada penyedia atau sesama konsumen listrik.

"Jadi, konsumen semakin cerdas untuk memanfaatkan listrik dan didukung peralatan cerdas," terang Senda.

Smart grid merupakan konsep jaringan tenaga listrik cerdas untuk pemenuhan kebutuhan energi listrik dengan memanfaatkan teknologi informasi dan teknologi komunikasi dua arah antara produsen listrik dan konsumen dengan tujuan agar efisien, andal, pemanfaatan energi EBT yang lebih baik, dan penurunan emisi CO2.

"Tantangan untuk implementasi smart grid di Indonesia adalah biaya investasi yang besar, organisasi sistem pelaksanaan mengenai komitmen organisasi, selain itu peraturan untuk standardisasi dan teknologi yang menuntut pengaplikasian yang berbeda," jelasnya.

Executive Vice President (EVP) Perencanaan Koorporat PT PLN (Persero) Hot Martua Baraka mengatakan PLN telah melakukan beberapa proyek percontohan smart grid.

Saat ini, beberapa proyek smart grid sedang berjalan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dan telah ditetapkan sebagai salah satu proyek strategis nasional (PSN) sesuai Perpres No 18 Tahun 2020.

"Pada tahap awal, implementasi smart grid berfokus kepada keandalan, efisiensi, customer experience dan produktivitas grid. Sedangkan tahap berikutnya PLN berfokus kepada ketahanan (resiliency), customer engagement, sustainability, dan self-healing," tandas Hot Martua.

[Gambas:Video CNN]



(uli/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK