RK soal Pengembangan Jabar Selatan: Potensi Pariwisata Tinggi

CNN Indonesia | Rabu, 17/02/2021 05:40 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengungkapkan Jabar bagian selatan membutuhkan peningkatan pembangunan infrastruktur agar tidak tertinggal dengan wilayah lain. Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengungkapkan Jabar bagian selatan membutuhkan peningkatan pembangunan infrastruktur agar tidak tertinggal dengan wilayah lain. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah berencana mengembangkan infrastruktur Jawa Barat (Jabar) bagian selatan sehingga kawasan tersebut diusulkan masuk infrastruktur prioritas pengembangan. Pertimbangannya, wilayah tersebut memiliki potensi pariwisata.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil (RK) mengatakan Jabar bagian selatan membutuhkan peningkatan pembangunan infrastruktur, sehingga tidak tertinggal dibandingkan wilayah lain di Jabar.

"Apalagi Jabar bagian selatan memiliki potensi pariwisata yang tinggi," ujarnya dikutip dalam keterangan resmi, Selasa (16/2).


Wilayah Jabar bagian selatan ini berpenduduk kurang lebih 3.771.547 jiwa dengan luas wilayah 10.059 kilometer persegi, atau sekitar 28,36 persen dari total luas Tanah Pasundan.

Rencananya, pemerintah akan membangun Jalur Tengah Selatan (JTS) sepanjang 321,26 kilometer (Km), yang meliputi Bagbagan, Kiaradua, Lengkong, Segaranten, Tanggeung, Ciwidey, Pangalengan, Cikajang, Bantar Kalong, dan Kerta Rahayu.

Senada, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan menuturkan pembangunan infrastruktur sepanjang JTS sangat penting.

Pasalnya, kawasan tersebut mencakup enam sektor krusial yaitu transportasi, pengairan dan irigasi, air minum dan sanitasi, pariwisata dan ekonomi, penanganan bencana, serta kelautan dan perikanan.

"JTS menjadi sangat kritis menurut saya karena bergerak di enam sektor krusial," katanya.

Selain pengembangan infrastruktur JTS, pemerintah juga berencana membangun kawasan Cirebon, Patimban, dan Kertajati menjadi kawasan metropolitan Rebana. Area seluas 43.913 hektar tersebut berpotensi mendatangkan investasi besar.

Dalam kawasan rebana itu, pemerintah akan memperbaiki ekosistem pesisir dan ketahanan pantai melalui penanaman mangrove, pembangunan prasarana pada sentra garam rakyat di Kabupaten Subang, Kabupaten Cirebon, dan lain-lain.

Selain dua kawasan tersebut, pemerintah juga akan mengembangkan infrastruktur kawasan perkotaan cekungan Bandung. Meliputi, pemulihan daerah aliran sungai (DAS) Citarum, pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) Kertasari, penanganan sampah tuntas kawasan, dan integrasi sistem angkutan umum massal perkotaan.

Selanjutnya, pembangunan kawasan metropolitan Bandung Raya, reaktivasi rel kereta api Rancaekek-Tanjungsari-Kertajati, serta penyediaan Bandung Raya Bus Rapid Transit (BRT).

Terakhir, pemerintah berencana untuk mengembangkan wilayah Bogor-Depok-Bekasi-Puncak-Cianjur- Karawang-Purwakarta dan pembangunan infrastruktur di Kota Bogor. Sejumlah langkah yang akan dilakukan meliputi pemulihan DAS Cilamaya dan pemulihan DAS Kali Bekasi.

Selanjutnya, perbaikan Waduk Cibeet di Kabupaten Karawang, Waduk Cijurey di Kabupaten Bogor, serta relokasi longsor Sukajaya.

Ridwan Kamil mengusulkan dalam menjalankan percepatan pembangunan infrastruktur di Jabar dapat diiringi dengan pembentukan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Cirebon-Patimban-Kertajati.

"Tujuannya, agar dapat melengkapi dan mendukung percepatan pembangunan ekonomi di Provinsi Jabar," ucapnya.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK