Sri Mulyani Sebut Corona Perlebar Jurang Ekonomi di Asia

CNN Indonesia | Kamis, 18/02/2021 12:42 WIB
Menkeu Sri Mulyani menyebut krisis ekonomi yang diakibatkan oleh virus corona atau covid-19 telah memperlebar jurang kesenjangan ekonomi di Asia. Sri Mulyani menyatakan covid-19 telah membuat kesenjangan ekonomi di Asia, terutama negara berkembang melebar. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan krisis ekonomi akibat pandemi virus corona atau covid-19 memperlebar jurang (gap) ekonomi di kawasan Asia. Khususnya, di negara-negara berkembang.

"Pandemi menciptakan gap yang semakin lebar," kata Ani, sapaan akrabnya di diskusi virtual yang diselenggarakan LPEM UI, Kamis (18/2).

Padahal, menurutnya, sebelum pandemi, Asia merupakan salah satu kawasan yang mampu tumbuh dengan baik sehingga jurang ekonomi di masyarakatnya bisa berkurang. Banyak negara-negara di Asia yang mampu tumbuh dengan kuat.


Tak hanya itu, pembangunan di Asia juga mengalami kemajuan yang cukup pesat. Begitu juga dengan tingkat kemiskinan yang berangsur-angsur berkurang.

"Juga meningkatnya kepedulian tentang keberlanjutan, termasuk perubahan iklim, telah membuat Asia menjadi salah satu kawasan yang dituntut untuk terus melestarikan dan mempertahankan pencapaiannya," ujarnya.

Inklusi keuangan pun tumbuh di Asia. Sayang, pandemi mengubah permainan (game changer) dan menahan pertumbuhan itu.

Selain pandemi, Ani mengatakan ada beberapa tantangan lain yang juga masih membayangi pertumbuhan Asia, yaitu infrastruktur, teknologi, dan sumber pembiayaan. Padahal ketiganya erat dan penting.

[Gambas:Video CNN]

Tanpa pembiayaan, pembangunan infrastruktur tidak bisa tumbuh cepat. Sementara bila tidak ada infrastruktur, teknologi juga akan berjalan lambat dan tidak bisa menunjang aktivitas masyarakat.

Salah satunya contohnya ada di Indonesia.

"Di Indonesia ada 20 ribu desa dari 75 ribu yang belum terkoneksi internet di luar Jawa. Beberapa sekolah tidak terhubung internet, beberapa layanan kesehatan utama tidak terhubung internet," tuturnya.

Oleh karena itu, katanya, pemerintah Indonesia gencar mencari sumber pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur dan perkembangan teknologi ke depan.

(uli/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK