Taksiran Harga Jet Rafale dan F-15 EX yang Akan Dibeli RI

CNN Indonesia | Jumat, 19/02/2021 14:56 WIB
Indonesia akan membeli pesawat multirole combat aircraft F-15 EX dan jet tempur Dassault Rafale. Berikut perkiraan harganya. Indonesia akan membeli pesawat multirole combat aircraft F-15 EX dan jet tempur Dassault Rafale. Ilustrasi. (AFP/BORIS HORVAT).
Jakarta, CNN Indonesia --

TNI Angkatan Udara mulai merealisasikan pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) modern baru hingga 2024. Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU). Marsekal Fadjar Prasetyo menyatakan beberapa alutsista yang akan dibeli di antaranya pesawat multirole combat aircraft F-15 EX dan jet tempur Dassault Rafale.

"Dari berbagai upaya tersebut, kini telah mulai menampakkan titik terang. Mulai tahun ini hingga 2024, kita akan segera merealisasikan akuisisi berbagai alutsista modern secara bertahap," kata Fadjar dalam keterangan resminya saat berpidato di Rapim TNI AU di Mabes TNI AU, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (19/2).

Jet tempur F-15 EX buatan Boeing dan Rafale memang sudah lama jadi incaran Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.


F-15 EX sendiri merupakan versi paling baru dari F-15 dan disebut yang paling canggih. Pesawat ini dilengkapi sistem peperangan elektronik Eagle Passive/Active Warning and Survivability System.

Kemampuan tersebut berguna untuk meningkatkan efektivitas misi dan kemampuan bertahan bagi operator.

Sementara Dassault Rafale disebut bisa bermanuver hingga 11 G dalam keadaan darurat, dengan laju kecepatan pendaratan hingga 115 knot serta dilengkapi sistem bantuan-pertahanan terintegrasi bernama SPECTRA yang bisa melindungi pesawat dari serangan udara maupun darat.

Lantas berapa harga dua pesawat tersebut? Hingga saat ini belum ada keterangan resmi berapa harga kontrak pengadaan F-15 EX maupun Dassault Rafale.

Di Amerika Serikat sendiri nilai kontrak pengadaan pesawat tersebut masih jadi tanda tanya. Menurut laporan Air Force Magazine, biaya per unit F-15EX dalam kontrak yang baru dibuat Angkatan Udara AS mencapai sebesar US$87,7 juta atau sekitar Rp1,2 triliun (kurs Rp14.010 per dolar AS).

Namun, hal tersebut dibantah Wakil Presiden Boeing dan Manajer Program F-15 Prat Kumar. Dalam wawancaranya kepada Forbes, ia mengatakan US$87,7 juta adalah angka yang dipublikasikan dalam pengajuan anggaran kepada Presiden AS untuk 2021. "Ini bukan nomor kontrak," kata dia.

Sementara dalam wawancara terpisah, seorang juru bicara Angkatan Udara berkata US$87,7 juta merupakan perkiraan biaya per unit pesawat. "Sesuai dengan permintaan anggaran Departemen Angkatan Udara (DAF) 2021, perkiraan biaya unit pesawat terbang adalah US$87,7 juta," ucapnya.

Berbeda dengan F-15 EX, biaya pengadaan Dassault Rafale dilaporkan lebih mahal. Melansir Aircrafts Compare, untuk per unit Rafale, Indonesia mesti merogoh kocek sebesar US$115 juta atau sekitar Rp1,6 triliun (asumsi kurs Rp14 ribu per dolar AS).

[Gambas:Video CNN]

Hal serupa dikonfirmasi Defence Industry Daily yang menyebut kalau satu unit pesawat ini dihargai lebih dari 100 juta euro.

Sejumlah negara dikabarkan telah membeli jet tempur tersebut di antaranya India, Libya, Inggris, dan Swiss. Terbaru, portal defense news melaporkan Menteri Pertahanan Yunani menandatangani kontrak pengadaan 18 jet tempur Rafale dengan kesepakatan nilai US$ 3,04 miliar awal Januari lalu.

(hrf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK