Vaksinasi Covid-19 Belum Signifikan, IHSG Berpotensi Melemah

CNN Indonesia | Kamis, 25/02/2021 06:12 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan turun pada Kamis (25/2). IHSG diperkirakan melemah pada perdagangan Kamis (25/2). Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A).
Jakarta, CNN Indonesia --

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan Kamis (25/2).

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan memproyeksikan perdagangan hari ini dibayangi oleh kekhawatiran akan belum signifikannya hasil dari program vaksin covid-19.

Untuk diketahui, program vaksinasi covid-19 di Indonesia dimulai pada Rabu (13/1) lalu dengan suntikan perdana diberikan kepada Presiden Jokowi. Saat ini program memasuki fase kedua atau vaksinasi untuk kelompok lansia dan pelayan publik.


Di sisi lain, secara teknikal dia menyebut ada indikasi pelemahan, yakni indikator stochastic membentuk deadcross di area overbought didukung candlestick yang melemah dengan volume tinggi.

"Selain itu investor akan wait and see (aksi tunggu) menanti data GDP Amerika Serikat," kata Dennies seperti dikutip dari riset hariannya, Kamis (25/2).

Dia memproyeksikan indeks saham bergerak di rentang support 6.185-6.218 dan resistance 6.289-6.327.

Direktur Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya melihat gelombang tekanan IHSG terlihat belum akan berakhir. Bila IHSG tidak dapat mempertahankan support level terdekatnya, maka IHSG berpotensi melemah.

[Gambas:Video CNN]

"Terjadinya capital inflow secara ytd (year-to-date) serta fluktuasi nilai rupiah dan harga komoditas akan turut memberikan sentimen terhadap pergerakan IHSG," katanya.

Ia memprediksi IHSG melaju di rentang support 6.202 dan resistance 6.318. Ada pun saham-saham pilihannya yaitu BBNI, PWON, TLKM, LSIP, ICBP, AALI, dan CTRA.

Pada perdagangan sebelumnya, yakni Selasa (16/2), IHSG melemah ke 6.251 atau turun 21,75 poin atau 0,35 persen. Pelaku pasar asing mencatatkan beli bersih atau net buy di seluruh pasar sebesar Rp302,2 miliar.

(wel/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK