IHSG Berpotensi Hijau Usai Menkeu Tambah Anggaran PEN

CNN Indonesia | Rabu, 24/02/2021 06:12 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan Rabu (24/2) pagi. IHSG diperkirakan menguat pada perdagangan Rabu (24/2) pagi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan Rabu (24/2) setelah pemerintah menyuntikkan tambahan dana Pemulihan Ekonomi Nasioanl (PEN) menjadi Rp699,43 triliun.

Untuk informasi, Menteri Keuangan Sri Mulyani menaikkan anggaran PEN 2021 dari Rp627,9 triliun menjadi Rp699,43 triliun. Artinya, anggaran naik 21 persen jika dibandingkan dengan realisasi sementara pada 2020 lalu yang sebesar Rp579,78 triliun.

Sri Mulyani menjelaskan dana tersebut akan disebar untuk lima kluster, yakni perlindungan sosial, kesehatan, UMKM dan korporasi, padat karya, dan insentif usaha.


"Pergerakan akan didukung optimisme dari peningkatan anggaran PEN yang naik menjadi Rp699 triliun yang diharapkan mampu mendukung pemulihan ekonomi di akhir kuartal I 2021," kata Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan seperti dikutip dari riset hariannya, Rabu (24/12).

Dia memproyeksikan indeks saham bergerak di rentang support 6.226-6.249 dan resistance 6.287-6.302.

Direktur Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menilai arus modal masuk (capital inflow) akan menopang indeks hari ini. Namun, mengingat potensi tekanan yang masih cukup besar dia memperkirakan akan terjadi koreksi wajar.

"Para investor masih dapat memanfaatkan momentum untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pendek, hari ini IHSG berpotensi bergerak terbatas," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

Ia memprediksi IHSG melaju di rentang support 6.202 dan resistance 6.318. Ada pun saham-saham pilihannya yaitu TLKM, BBCA, EXCL, BBNI, ASII, JSMR, dan TBIG.

Pada perdagangan sebelumnya, yakni Selasa (23/2), IHSG menguat ke 6.272 atau naik 17,49 poin atau 0,28 persen. Pelaku pasar asing mencatatkan beli bersih atau net buy di seluruh pasar sebesar Rp470,04 miliar.

(wel/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK