Luhut Buka-bukaan Soal Apa-apa China

CNN Indonesia | Kamis, 25/02/2021 10:23 WIB
Menko Kemaritaiman dan Investasi Luhut Panjaitan buka-bukaan soal tuduhan pemerintah sekarang 'Apa-apa China'. Berikut pernyataan lengkapnya. Luhut Panjaitan mengakui pemerintah dekat dengan China. Tapi dia menjamin pemerintah tak akan tertipu oleh mereka. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan buka-bukaan soal tuduhan bahwa pemerintah saat ini terkesan mengutamakan China dalam pembangunan dan investasinya, termasuk vaksin corona.

Hal itu ia sampaikan saat diwawancara oleh Pendiri CT Corp Chairul Tanjung dalam CNBC Indonesia Outlook 2021, Kamis (25/2). Ia bicara soal tuduhan yang menyebut dirinya sebagai 'komandan' China di Indonesia.

Luhut tidak membantah soal kedekatan itu.


"Kalau dibilang dekat China, iya. Kenapa dengan China? karena mungkin mereka ingin cari teman juga. Dia lihat kita enak," kata Luhut.

Luhut mengatakan meski dekat dengan China, pemerintah juga tidak asal kerja sama dengan mereka. Pemerintah tetap menerapkan kriteria dan syarat ketat bagi China dan investor asing lainnya jika mau masuk ke Indonesia.

Untuk investasi, misalnya, Luhut mengatakan investor China yang mau masuk ke Indonesia harus memenuhi sejumlah kriteria dan syarat yang ditentukan.

"Mereka harus patuh, tidak boleh mereka atur kita. (Kerja sama) harus B to B, sehingga jebakan kita bisa hindari dan kita ambil alih teknologi dari mereka,' katanya.

[Gambas:Video CNN]

Luhut mengklaim sampai dengan hari ini kriteria dan syarat yang sudah ditetapkan pemerintah bagi China tersebut masih berjalan bagus dan sesuai harapan.

Indonesia klaimnya sudah mendapatkan manfaat dari kerja sama itu. 

"Apa yang kita tidak dapat dari mereka. Teknologi kelas 2, siapa bilang? deal-nya profesional. Kita juga tidak mungkin dibodohin sama mereka. Saya bilang, kita tidak akan bisa ditipu," katanya.

Luhut menambahkan selain dengan China, Indonesia sebenarnya juga dekat dengan pihak lain. Salah satunya Abu Dhabi dan Amerika.

Kedekatan bisa dilihat dari komitmen investasi sebesar US$19 miliar yang didapat dari mereka atas proyek di Indonesia

"Dengan Abu Dhabi juga (dekat) karena hubungan Pak Presiden dengan Pangeran (Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan) bagus," katanya. 

(fey/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK