Ahok Ingatkan Pesantren Soal Kemandirian Ekonomi

CNN Indonesia | Senin, 01/03/2021 10:10 WIB
Komut Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengingatkan pesantren soal kemandirian ekonomi, sehingga tidak bergantung sumber dana pihak lain. Komut Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengingatkan pesantren soal kemandirian ekonomi, sehingga tidak bergantung sumber dana pihak lain. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengingatkan pesantren mengenai kemandirian ekonomi. Pasalnya, seperti yang publik ketahui selama ini, pesantren umumnya tidak memiliki sumber penghasilan tetap.

Padahal, menurut pepatah China yang dipegang Ahok, setiap hal harus mempunyai 'sumurnya' sendiri, termasuk pesantren. Dengan kemandirian ekonomi, pesantren tidak hanya bergantung pada sumber dana dari pihak lain.

"Itu yang saya lihat selama ini, (pesantren) hanya tergantung kepada orang, tapi pesantrennya sendiri tidak punya penghasilan yang tetap, yang mampu membiayai. Itu yang harus dipikirkan, bagaimana bisa mendapatkan suatu penghasilan sendiri, yang sumurnya bisa menghidupi masyarakat di sekitarnya," ujarnya pada Milad ke-9 Pesantren Motivasi Indonesia, dikutip Senin (1/3).


Kemandirian ekonomi tersebut, lanjutnya, dapat dilakukan pesantren dengan meneladani Nabi Muhammad SAW, yakni berdagang selain berdakwah.

Ia meyakini berdagang bisa meningkatkan kemandirian ekonomi di pesantren. Tapi, Ahok meminta agar pesannya tidak disalahartikan menyinggung Nabi Muhammad.

"Ini mohon jangan jadi masalah ya. Saya berpikir Nabi Muhammad dulu bukan cuma dakwah ya, tapi juga dagang. Jadi ini jangan dipersoalkan nanti, ini nanti salah menafsirkan dan ribut lagi. Ini saya mohon-mohon maaf ini. Saya bikin disclaimer dulu ini," ucapnya.

Untuk mencapai kemandirian ekonomi, Ahok menilai pesantren harus bisa memanfaatkan teknologi. Selain itu, pesantren harus memaksimalkan komunikasi dan jaringan yang luas.

Ia mengatakan masukan tersebut didapat dari hasil diskusi bersama seorang kiai yang merupakan lulusan Universitas Harvard, Amerika Serikat.

Tanpa menyebutkan nama, ia mengaku kiai itu merupakan kenalannya dari almarhum Saefullah yang pernah menduduki jabatan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta pada era kepemimpinannya dulu.

"Jadi para santri dilatih bisnis, bukan hanya dilatih kerja, dilatih berbahasa Inggris dengan baik juga, mengerti tentang saham," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK