BPS Catat Inflasi dari Kenaikan Upah Asisten Rumah Tangga

CNN Indonesia | Senin, 01/03/2021 11:40 WIB
BPS mencatat inflasi sebesar 0,1 persen pada Februari 2021. Inflasi disebabkan kenaikan upah asisten rumah tangga dan harga cabe rawit. BPS mencatat inflasi sebesar 0,1 persen pada Februari 2021. Inflasi disebabkan kenaikan upah asisten rumah tangga dan harga cabe rawit. (CNN Indonesia/Artho Viando).
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami kenaikan inflasi sebesar 0,1 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) pada Februari 2021.

Inflasi ini lebih rendah dibanding Januari 2020 yang 0,26 persen dan 0,45 persen pada Desember 2020.

Inflasi secara tahunan (year-on-year/yoy) tercatat sebesar 1,38 persen.


"Pada Februari 2021 ini secara umum ada kenaikan, tapi kenaikannya tipis sekali," ucap Kepala BPS Suhariyanto saat rilis inflasi periode Januari 2021 secara virtual, Senin (1/3).

Suhariyanto mengatakan inflasi utamanya disumbang oleh perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga yang sebesar 0,36 persen dengan andil 0,02 persen.

"Ini karena ada kenaikan upah asisten rumah tangga," imbuh Suhariyanto.

Kelompok lain, makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi 0,07 persen dan memberikan andil sebesar 0,02 persen. Inflasi di kelompok ini terjadi karena ada kenaikan harga cabai rawit dan ikan segar.

"Kalau dilihat karena cuaca kurang bagus harga cabai rawit meningkat demikian juga ikan segar karena cuaca ekstrem jadi harga ikan meningkat," jelas Suhariyanto.

Kemudian, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga inflasi 0,04 persen dengan andil 0,01 persen, transportasi inflasi 0,3 persen dengan andil 0,04 persen, serta penyediaan makanan dan minuman atau restoran inflasi sebesar 0,28 persen dengan andil 0,02 persen.

Berdasarkan bentuknya, komponen bergejolak (volatile foods) deflasi 0,01 persen dengan andil nol persen.

Sementara, komponen volatile foods, terdiri dari komponen energi dengan inflasi 0,01 persen dan andil nol persen serta komponen bahan makanan inflasi 0,03 persen dan andil persen,

Lalu, inflasi inti sebesar 0,11 persen dan andil 0,07 persen. Sementara komponen harga diatur pemerintah (administered price) deflasi 0,21 persen dengan andil minus 0,03 persen.

Berdasarkan wilayah, inflasi terjadi di kota dari 56 kota IHK. Sementara 34 kota mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Mamuju sebesar 1,12 persen dan terendah di Tasikmalaya sebesar 0,02 persen.

Lalu, deflasi tertinggi terjadi di Gunung Sitoli sebesar 1,55 persen terendah di Malang sebesar 0,01 persen.

[Gambas:Video CNN]



(aud/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK