Udang dan Lobster Jadi Fokus Ekspor KKP

CNN, CNN Indonesia | Rabu, 03/03/2021 10:47 WIB
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono akan fokus pada pengembangan sejumlah komoditas ekspor yang bernilai tinggi seperti udang dan lobster. Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono mengungkap kementeriannya akan fokus kepada pengembangan sejumlah komoditas ekspor yang bernilai tinggi seperti udang dan lobster.Ilustrasi lobster. Ilustrasi lobster. (Pixabay/PDPhotos).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) saat ini fokus kepada pengembangan sejumlah komoditas ekspor yang bernilai tinggi seperti udang dan lobster.

Pasalnya, berdasarkan data ekspor 2020, volume ekspor udang Indonesia mencapai 239,2 ribu ton dengan nilai US$2,04 miliar. Sementara itu, volume ekspor lobster Indonesia mencapai 2.022 ton dengan nilai US$75,25 juta.

"KKP fokus pada produk ekspor komoditas unggulan Indonesia yang memiliki nilai ekonomis tinggi, yaitu udang, lobster dan rumput laut," ujar Sakti dikutip dari Antara, Rabu (3/3).


Sakti menjelaskan agar terjadi peningkatan produksi dan ekspor udang, KKP akan memfasilitasi pengembangan shrimp estate. Program shrimp estate ini merupakan sistem budidaya dengan skala intensif, dengan target produksi berkisar 40 ton per hektare per tahun.

Sedangkan untuk lobster akan dilakukan korporasi budi daya.

"Lobster dikembangkan melalui korporasi budi daya yang diharapkan dampaknya dapat menyentuh masyarakat, salah satu strategi yang dilaksanakan adalah membuat suatu model kawasan budidaya lobster," katanya.

Selain udang dan lobster, KKP mencatat ekspor komoditas rumput laut pun salah satu yang tertinggi. Indonesia merupakan produsen rumput laut terbesar kedua setelah China, dengan volume ekspor 2020 sebesar 195.574 ton dengan nilai mencapai US$279,58 juta.

Sakti akan mengupayakan pembinaan dan sosialisasi kepada masyarakat dengan menggalakkan penggunaan bibit kultur jaringan, pembangunan kebun bibit, penyaluran penjemuran rumput laut, dan penyediaan gudang rumput laut yang menerapkan Sistem Resi Gudang.

Sementara dari aspek hilir, lanjutnya, akan dibangun pabrik pengolahan rumput laut, sehingga dapat mendorong ekspor produk turunan rumput laut.

Ia juga mengungkapkan tentang pengembangan kampung budi daya dengan konsep Corporate Farming. Kampung perikanan budidaya ini mensinergikan berbagai potensi untuk mendorong berkembangnya sistem dan usaha perikanan budidaya, yang digerakkan oleh masyarakat dan difasilitasi oleh pemerintah.

Beberapa yang dikembangkan adalah kampung bioflok lele, kampung bioflok nila, kampung kerapu, kampung kakap putih, kampung lobster, kampung rumput laut, kampung patin, kampung lobster dan kampung ikan hias.

"Akuakultur (budidaya perikanan) adalah jawaban untuk membangun sektor perikanan Indonesia yang memiliki aspek pembangunan yang terdiri dari teknologi yang menjadi motor, lingkungan, sosial ekonomi dan pasar yang menjadi pertimbangan komoditas unggulan," pungkas Sakti. 

[Gambas:Video CNN]



(age/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK