Jokowi Minta Menteri Hati-hati Jelaskan Varian Baru Covid-19

CNN Indonesia | Rabu, 03/03/2021 23:38 WIB
Menteri Pariwisata Sandiaga Uno mengatakan Jokowi telah meminta menterinya untuk berhati-hati dalam menjelaskan varian baru virus corona. Sandiaga Uno mengatakan Jokowi telah meminta menteri berhati-hati dalam berkomunikasi dengan publik terkait varian baru covid-19. (Arsip Menparekraf).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para menteri Kabinet Indonesia Maju untuk memahami dengan matang, mendalami data, dan bersabar sebelum melakukan komunikasi kepada publik mengenai varian virus baru covid-19 B117 yang baru ditemukan di Indonesia.

Permintaan Jokowi ini diungkapkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Sandi mengatakan pesan ini disampaikan kepala negara saat sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (3/3).

"Tadi di sidang kabinet paripurna, Bapak Presiden menyampaikan bahwa ini harus dikaji betul, datanya didalami, kementerian-kementerian harap bersabar dalam melakukan komunikasi, jangan sampai kita menimbulkan suatu kekhawatiran baru," ungkap Sandi kepada awak media, Rabu (3/3).


Sandi mengatakan Jokowi ingin varian virus Covid-19 baru ini ditangani dengan kebijakan yang tepat. Selain itu, kebijakannya juga perlu terpadu dengan yang sebelumnya sudah dilakukan dalam menekan penyebaran covid-19.

"Karena yang perlu kita hadirkan sekarang adalah kebijakan yang terpadu untuk menekan laju penularan covid-19," tuturnya.

Menurutnya, pemerintah tidak ingin keberhasilan menurunkan jumlah kasus Covid-19 dalam beberapa hari terakhir melalui kebijakan PPKM Mikro membuat terlena.

"Tapi tidak boleh terlalu cepat mengambil kesimpulan. Kita pantau datanya secara betul-betul hati-hati," imbuhnya.

Sebelumnya, dua warga Karawang, Jawa Barat dikabarkan terpapar mutasi virus covid-19 B117. Mereka adalah pekerja migran Indonesia (PMI) yang baru kembali ke Tanah Air.

Mutasi virus yang diketahui pertama kali ditemukan di Inggris itu kini telah menyebar di 33 negara. Virus SARS-CoV-2 B117 dinilai lebih cepat menyebar.

[Gambas:Video CNN]

(uli/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK