Kemenperin Targetkan Substitusi Impor Capai Rp152 T pada 2022

CNN Indonesia | Jumat, 05/03/2021 07:32 WIB
Kemenperin menargetkan nilai substitusi impor bisa mencapai Rp152 triliun pada 2022 mendatang, atau setara 35 persen dari potensi 2019 yang Rp434 triliun. Kemenperin menargetkan nilai substitusi impor bisa mencapai Rp152 triliun pada 2022 mendatang. (dok. Kementerian Perindustrian).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Perindustrian menargetkan nilai substitusi impor mencapai Rp152,83 triliun pada 2022 mendatang. Angka tersebut setara dengan 35 persen dari potensi substitusi impor di 2019 lalu sebesar Rp434 triliun.

"Di 2022 kami targetkan pengurangan impor khususnya untuk bahan baku dan bahan penolong sebesar 35 persen," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2021, Kamis (4/3).

Target substitusi impor itu berasal dari empat sektor. Meliputi, industri agro dengan potensi substitusi impor sebesar Rp5,82 triliun dan industri kimia, farmasi, tekstil Rp97,33 triliun.


Selanjutnya, industri logam, mesin, alat transportasi, dan elektronika senilai Rp47,22 triliun dan industri aneka Rp2,46 triliun.

"Sebenarnya kami sudah mempunyai simulasi lebih detil terhadap sub sektor yang kami jadikan target terhadap pengurangan target terhadap impor bahan baku dan penolong masing-masing," katanya.

Sementara itu, ia menuturkan langkah Kementerian Perindustrian untuk mendorong pencapaian target substitusi tersebut adalah mendorong utilisasi per sektor. Tahun lalu, Kementerian Perindustrian berhasil mencapai target utilisasi rata-rata industri manufaktur sebesar 60 persen.

"Tahun ini target utilisasi industri rata-rata 70 persen dan 2022 kami mendorong utilisasi industri manufaktur 80 persen. Ini salah satu cara kami agar program substitusi impor tercapai," katanya.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK