BNPB Usul Anggaran Ekstra Penanganan Corona Rp5,2 T

CNN Indonesia | Selasa, 16/03/2021 17:16 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengusulkan anggaran tambahan penanganan covid-19 sebesar Rp5,2 triliun. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengusulkan anggaran tambahan penanganan covid-19 sebesar Rp5,2 triliun.(CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengusulkan anggaran tambahan penanganan covid-19 sebesar Rp5,2 triliun. Usulan tersebut sudah disampaikan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani pada 4 Maret 2021 lalu.

"Dalam rangka penanganan covid-19 kami juga telah menyampaikan usulan anggaran tambahan sebesar Rp5,2 triliun kepada Menteri Keuangan melalui surat Kepala BNPB nomor B.76/KA BNPB/ PR.04.02/03/2021," ujarnya dalam rapat bersama Komisi VII, Selasa (16/3).

Ia menuturkan dana tersebut akan digunakan untuk percepatan penanganan pandemi covid-19 dan pembiayaan tenaga tracing sampai dengan 21 Maret 2021. Untuk selanjutnya, kegiatan tracing, testing, dan penyediaan alat kesehatan akan dilakukan oleh Kementerian Kesehatan per 1 April 2021.


Selain tambahan anggaran penanganan covid-19, ia juga mengusulkan tambahan Dana Siap Pakai (DSP) pada tahun ini sebesar Rp2 triliun. Untuk diketahui, DSP ditetapkan setiap awal tahun sebesar Rp250 miliar.

"Kami juga menyampaikan usulan dana tambahan DSP untuk penanganan bencana sebesar Rp2 triliun," katanya.

Untuk tahun ini, ia menyebutkan BNPB telah merealisasikan DSP sebesar Rp178,5 miliar dari dana awal Rp250 miliar. Selanjutnya, ia memperkirakan masih ada estimasi kekurangan dana untuk kebutuhan mendesak penanganan bencana mencapai Rp209 miliar.

Sementara itu, DSP tahun lalu tercatat sebesar Rp12,17 triliun yang merupakan alokasi DSP terbesar. Dari total itu, BNPB telah membelanjakan dana senilai Rp11,28 triliun.

"Terdiri dari Rp2,05 triliun untuk penanganan bencana alam dan Rp9,22 triliun untuk penanganan covid-19," jelasnya.

Tak hanya itu, Doni juga mengusulkan tambahan dana rutin yang dialokasikan kepada BNPB. Alasannya, dana rutin BNPB cenderung turun tiap tahun, namun sebaliknya bencana alam di Indonesia terus bertambah setiap tahun.

Pada 2015, anggaran rutin BNPB tercatat sebesar Rp1,66 triliun lalu turun tipis menjadi Rp1,65 triliun di 2016. Selanjutnya, anggaran rutin BNPB kembali turun pada 2017 menjadi Rp1,08 triliun, lalu kembali berkurang menjadi Rp784 miliar di 2018.

Sementara itu, dana rutin BNPB berkurang menjadi Rp614 miliar di 2019, lalu berkurang di 2020 menjadi Rp430 miliar dan naik sedikit tahun ini menjadi Rp481 miliar.

"Sedangkan kejadian bencana menunjukkan tren meningkat secara signifikan tiap tahunnya, sehingga terdapat kesenjangan besar terhadap penyelenggaraan penanggulangan bencana dengan ketersediaan sumber dana yang terbatas. Karenanya, diharapkan ke depan anggaran rutin BNPB dapat ditambah mengingat kebutuhan yang meningkat," terangnya.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK