Menaker Ingin Jepang Buka Lagi Akses Kerja dan Magang TKI

CNN Indonesia | Rabu, 24/03/2021 20:29 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah ingin pemerintah Jepang membuka kembali akses kerja dan magang bagi TKI atau pekerja migran pada tahun ini. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah ingin pemerintah Jepang membuka lagi akses kerja dan magang bagi TKI atau pekerja migran pada tahun ini.(CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah ingin pemerintah Jepang membuka lagi akses kerja dan magang bagi tenaga kerja Indonesia (TKI) atau pekerja migran di negeri Sakura pada tahun ini, meski di tengah pandemi virus corona. Bahkan, kalau bisa kuota penempatan kerja dan magang juga ditingkatkan.

Hal ini disampaikan Ida saat berdiskusi dengan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji secara virtual pada Rabu (24/3). Apalagi, saat ini, Indonesia dan Jepang sudah punya dua program penempatan kerja dan magang bagi TKI, yaitu Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) dan Specified Skilled Worker (SSW).

"Kami berharap kerja sama penempatan PMI ke Jepang dalam program IJEPA dapat ditingkatkan, baik dalam penambahan kuota penempatan PMI sebagai nurse dan careworker, maupun dalam perluasan sektor penempatan PMI di bawah program IJEPA," ujar Ida dalam keterangan resmi.


Ida memastikan pemerintah Indonesia siap menyusun Standard Operating Procedure (SOP) untuk proses penempatan kerja dan magang TKI di Jepang di masa pandemi. Misalnya, terkait kewajiban tes PCR sebelum berpergian, monitoring, hingga evaluasi penempatan selama pandemi.

Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji turut menyambut baik keinginan Ida. Apalagi, menurutnya, reputasi TKI sangat baik di Jepang, sehingga keinginan ini tentu bisa dipertimbangkan ke depan.

"Pembahasan ini akan kami bawa ke Tokyo sebagai laporan," kata Kenji.

Berdasarkan data Kemnaker, tercatat ada 3.080 TKI yang bekerja sebagai perawat dan pekerja bidang kesehatan di Jepang melalui program IJEPA dalam 13 tahun terakhir. Sekitar 716 orang di antaranya menyandang sertifikat resmi dari Jepang.

Sementara di program SSW, setidaknya ada 1.514 TKI yang bekerja di Jepang per 31 Desember 2020. Namun, jumlah ini masih di bawah target pemerintah, di mana harapannya jumlah TKI yang bekerja di Jepang melalui program ini mencapai 6.900 TKI atau 20 persen dari kuota 345 ribu pekerja untuk semua negara.

Untuk program magang, Ida mencatat ada sekitar 2.287 TKI yang siap berangkat bila mendapat izin dan visa.

[Gambas:Video CNN]



(uli/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK