Deretan Ritel Tumbang di Masa Pandemi, Matahari hingga Centro

CNN Indonesia | Rabu, 24/03/2021 17:57 WIB
Pandemi virus corona membuat bisnis ritel babak belur. Imbasnya, perusahaan terpaksa mengurangi jumlah gerai hingga gulung tikar. Berikut daftarnya. Pandemi virus corona membuat bisnis ritel babak belur. Imbasnya, perusahaan terpaksa mengurangi jumlah gerai hingga gulung tikar. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Jumlah ritel yang terpaksa mengurangi jumlah gerainya atau gulung tikar selama masa pandemi covid-19 terus bertambah. Bagaimana tidak, daya beli masyarakat belum juga membaik.

Bukannya untung, sejumlah perusahaan ritel pun membukukan 'rapor merah' sepanjang 2020. Untuk itu, manajemen mengurangi jumlah gerai sebagai langkah efisiensi demi memperbaiki keuangan perusahaan.

Lantas, toko ritel mana saja yang tumbang selama masa pandemi covid-19?


1. Matahari Department Store

PT Matahadari Department Store memutuskan untuk menutup 25 gerai pada 2020. Beberapa gerai yang ditutup, antara lain Lippo PLZ Mal Yogja, Lippo Mal Kuta, Keboen Raya BGR, Lippo PLZ Mal Gresik, Mayofield TC KWG, dan GTC TC Makassar.

Penutupan gerai sejalan dengan kinerja perusahaan yang memburuk di tengah pandemi virus corona. Tercatat, penjualan kotor Matahari Department Store sepanjang 2020 sebesar Rp8,59 triliun, anjlok 52,3 persen dari posisi 2019 yang sebesar Rp18,03 triliun.

Alhasil, perusahaan merugi hingga Rp823 miliar tahun lalu. Angka itu berbanding terbalik dari posisi 2019 yang masih mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,36 triliun.

Tahun ini, manajemen berencana menutup enam gerai tahun ini. Enam gerai tersebut bagian dari 23 gerai yang masuk dalam pengawasan kinerja.

Sejauh ini, Matahari Department Store sedang memantau kinerja 17 gerai lainnya secara ketat. Secara total, Matahari Department Store memiliki 147 gerai hingga akhir 2020.

2. Golden Truly

Pusat perbelanjaan Golden Truly resmi menutup operasionalnya pada 1 Desember 2020 lalu. Manajemen mengubah model bisnisnya menjadi serba daring (online).

Dengan keputusan ini, maka gedung bekas Golden Truly yang berlokasi di Jalan Gunung Sahari nomor 59, Jakarta Pusat ini akan dikelola oleh pengembang baru.

3. Gramedia

Manajemen PT Gramedia Asri Media, pemilik toko buku Gramedia memutuskan tak memperpanjang masa sewa di Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat yang habis pada Oktober 2020. Gerai tersebut telah beroperasi sekitar 15 tahun.

Perusahaan sengaja tak memperpanjang kontrak lantaran terdapat beberapa gerai di dekat Mal Taman Anggrek, yakni gerai di Mal Ciputra dan Mal Central Park (CP). Selain itu, jumlah kunjungan pelanggan ke Gramedia Mal Taman Anggrek yang terus menurun juga menjadi pertimbangan manajemen untuk menutup gerai di mal tersebut.

4. Giant

Supermarket Giant menutup beberapa gerai dalam satu tahun terakhir. Penutupan dilakukan karena tekanan dari pandemi covid-19.

Pada awal 2021, ada tiga gerai yang ditutup perusahaan. Ketiganya adalah Giant Ekstra di Margo City Depok, Giant Mayasari Plaza, Tasikmalaya dan Giant Kalibata.

5. Centro Department Store

Manajemen Centro Department Store dikabarkan menutup dua gerainya baru-baru ini. Pertama, gerai yang berada di Plaza Ambarukmo.

Jaringan ritel ini tutup setelah melayani masyarakat Yogyakarta selama 15 tahun sejak Plaza Ambarrukmo berdiri.

Kedua, Centro Department Bintaro Xchange, Tangerang Selatan, Banten juga dikabarkan tutup. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonsus Widjaja.

"Ada kabar demikian, tapi masih menunggu informasi resminya," katanya.

CNNIndonesia.com sudah mencoba menghubungi pihak Centro dengan menelepon nomor yang tertulis di laman resmi www.centro.co.id, tetapi belum direspons.

[Gambas:Video CNN]



(aud/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK