Bank Dunia Dorong RI Percepat Vaksinasi Corona

CNN Indonesia | Jumat, 26/03/2021 15:14 WIB
Bank Dunia mendorong Indonesia mempercepat vaksinasi corona. Namun, pemenuhan kebutuhan vaksin menjadi tantangan. Bank Dunia mendorong Indonesia mempercepat vaksinasi corona. Namun, pemenuhan kebutuhan vaksin menjadi tantangan. Ilustrasi. (iStockphoto/herraez)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bank Dunia mendorong percepatan vaksinasi corona di negara dengan pengendalian covid-19 yang masih minim . Salah satunya, Indonesia.

"Di negara-negara di mana pengendalian covid-19 belum tercapai, seperti Indonesia dan Filipina, vaksinasi yang cepat menjadi prioritas," kata Kepala Ekonom Bank Dunia untuk kawasan Asia Timur dan Pasifik Aaditya Mattoo saat memaparkan laporan terbaru edisi April 2021, Jumat (26/3). 

Kendati demikian, upaya tersebut tidak mudah. Pasalnya, Bank Dunia memperkirakan negara berkembang di kawasan Asia Timur-Pasifik hanya bisa memenuhi kebutuhan atau covid-19 sekitar 55 persen dari target penerima pada 2021. Sementara, negara industri diprediksi cuma mampu mencapai 80 persen dari target.


"Dengan stok dan alokasi vaksin saat ini, negara berkembang hanya sekitar 55 persen pada akhir 2021," ungkapnya.

Lembaga keuangan internasional itu juga menilai China dan Vietnam yang lebih mampu menangani pandemi diharapkan bisa memberikan bantuan kepada negara-negara lain. Kedua negara ini dinilai efektif dalam penanganan pandemi.

"Mereka memiliki ruang untuk mengembangkan strategi vaksinasi yang lebih tepat untuk populasi mereka yang besar," imbuhnya.

Bahkan, Bank Dunia memandang kedua negara tersebut seharusnya bisa memberikan bantuan kepada negara lain untuk penanganan covid-19.

[Gambas:Video CNN]

Pasalnya, Bank Dunia melihat ada keterbatasan dari negara-negara lain untuk bisa menangani dampak pandemi. Mulai dari anggaran yang terbatas, akses terhadap vaksin yang belum luas, hingga terbatasnya fasilitas medis dan kemampuan untuk mengisolasi.

"China dapat memainkan peran vital dengan mengekspor lebih banyak produk-produk medis, mendorong konsumsinya, dan menerapkan aksi iklim yang lebih kuat. China akan mendapatkan manfaat dari dunia yang lebih aman dan pertumbuhan perekonomian yang lebih seimbang," pungkasnya.

(uli/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK