Percepat PEN, BRI Fokus Dorong Pertumbuhan 5 Sektor Kunci

BRI, CNN Indonesia | Sabtu, 27/03/2021 13:35 WIB
Kelima sektor kunci yang perlu diprioritaskan itu adalah industri manufaktur, pertanian, perdagangan, konstruksi, serta akomodasi dan makanan-minuman. BRI akan memprioritaskan penyaluran kredit untuk lima sektor usaha yang berperan besar mengerek pertumbuhan ekonomi. (Foto: Bank BRI)
Jakarta, CNN Indonesia --

BRI akan memprioritaskan penyaluran kredit untuk lima sektor usaha yang berperan besar mengerek pertumbuhan ekonomi. Kelima sektor itu adalah industri manufaktur, pertanian, perdagangan, konstruksi, serta akomodasi dan makanan-minuman.

Otoritas Jasa Keuangan menyebut, sektor-sektor tersebut menyumbag 60,1 persen pertumbuhan ekonomi nasional, dengan 75,4 persen penyerapan tenaga kerja. Mereka juga menjadi penyumbang terbesar permintaan kredit segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sepanjang 2020, yakni sebesar 83 persen.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, perbaikan kondisi ekonomi nasional bisa dimulai dari kualitas dan penyaluran pembiayaan yang terjaga bagi para pelaku usaha di kelima sektor itu. Pertumbuhan kredit pun diprediksi terjadi sepanjang 2021, dengan catatan pelaku industri perbankan dapat menyalurkan pendanaan secara tepat dan cepat.


"Menurut saya, sektor yang prioritas itu yang kira-kira akan men-generate pertumbuhan kredit dan juga menjaga kualitasnya. Tapi bagaimana (untuk sektor) yang masih tumbuh negatif, sebut saja (sektor) yang masih berkaitan dengan turis, hotel, dan lain-lain? Rasanya saya katakan, fokus saja di situ untuk menjaga kualitas (kredit)," ujar Sunarso dalam webinar Katadata Indonesia Data and Economic Conference 2021 yang mengambil tema "Indonesia's Narrowing Path to Prosperity: Tough Economic Choices for Hard Times", Kamis (25/3).

Menurut Sunarso, risk management industri perbankan saat ini cukup kuat dan solid. Dalam situasi pandemi, lebih penting bagi para pelaku usaha untuk bertahan daripada mencari untung. Penyaluran kredit lembaga perbankan ke depannya harus difokuskan pada pelaku usaha di segmen prioritas, khususnya UMKM. Alasannya, karena UMKM adalah segmen usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Indonesia.

Jika kondisi usaha UMKM terjaga, maka permintaan kredit akan meningkat. Hal itu otomatis berdampak baik pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sunarso yakin, perbaikan kondisi pelaku UMKM dapat berjalan maksimal tahun ini, antara lain karena dukungan pemerintah melalui berbagai kebijakan seperti vaksinasi nasional, perpanjangan stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), dan bantuan sosial (bansos) tunai bagi masyarakat.

Beragam program tersebut terbukti berdampak positif terhadap optimisme pelaku UMKM. Berdasarkan data BRI Micro dan SME Index, mayoritas pelaku UMKM yakin bangkit mulai kuartal I tahun ini. Indeks yang sama juga mencatat perbaikan aktivitas bisnis UMKM dan sentimen bisnis pelaku usaha.

Untuk itu, BRI meneguhkan komitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam penyaluran ragam stimulus PEN dengan tujuan akhir meningkatkan konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat. Peningkatan dua hal ini akan berimbas pada kenaikan permintaan kredit, juga pemulihan ekonomi nasional.

"Kesimpulannya, UMKM itu ternyata masih sangat optimis melihat pemulihan ekonomi ini, baik yang di-create dengan kebijakan pemerintah maupun internal situasi bisnis UMKM itu sendiri," ujar Sunarso.

(rea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK