Buwas Minta Sri Mulyani Beri PNS Subsidi Beli Beras Bulog

CNN Indonesia | Senin, 29/03/2021 18:08 WIB
Dirut Bulog Buwas meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani memberi subsidi kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri untuk membeli beras Bulog. Dirut Bulog Buwas meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani memberi subsidi kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri untuk membeli beras Bulog.(CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberi subsidi kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri. Subsidi ini diberikan agar ASN bisa membeli beras hasil serapan perusahaannya dari para petani di Indonesia.

Ia meminta hal ini karena Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menyuruh bendahara negara untuk membantu Bulog. Namun, menurutnya, bantuan tersebut tidak perlu berupa suntikan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan kebijakan subsidi beras saja.

"Jadi saya minta dukungan dari Ibu Menkeu untuk realisasikan apa yang diinginkan oleh presiden. Bulog tidak minta uang untuk serap karena Bulog masih bisa walau pun dengan biaya utang dari bank, itu Bulog masih sanggup serap, tapi persoalannya pada hilirnya, pasarnya, makanya kami minta bisa menyasar TNI, Polri, dan ASN," ungkap Buwas saat konferensi pers virtual, Senin (29/3).


Buwas menjelaskan skema subsidi ini sederhana. Sri Mulyani, katanya, hanya perlu menambahkan dana subsidi kepada ASN, TNI, dan Polri sebesar Rp2.000 per kilogram (kg) atas setiap pembelian beras Bulog oleh para abdi negara.

Saat ini, ia mengatakan pemerintah memberikan tunjangan pembelian beras kepada ASN, TNI, dan Polri sebesar Rp7.200-7.400 per kg. Dari pagu tersebut, kenyataan di lapangan para pegawai pemerintahan masih perlu menambah uang pribadi sekitar Rp5.000 untuk pembelian beras per kg.

Hal ini karena para pegawai rata-rata membeli beras di kisaran Rp12 ribu per kg di pasar umum.

"Makanya saya berharap ada bantuan (subsidi) dari Menkeu untuk tambah tunjangan untuk membeli beras bagi TNI, Polri, dan ASN, kurang lebih perlu Rp2.000 per kg," katanya.

Bila ada tambahan subsidi tersebut, maka biaya tunjangan pembelian beras untuk ASN, TNI, dan Polri akan berada di kisaran Rp9.000 sampai Rp10 ribu per kg. Kisaran ini sesuai dengan harga beras Bulog yang dikhususkan untuk para ASN, TNI, dan Pori sebesar Rp10.769 per kg.

"Kalau nanti ditambah Rp2.000 sekian, maka TNI, Polri, dan ASN akan bisa kita suplai dengan beras sesuai kualitas dan harganya. Tentunya serapan kami sebanyak apa pun, kalau ada hilirnya, kepastian penggunaannya, kita siap," jelasnya.

Lebih lanjut, ia memperkirakan bila kebutuhan beras ASN, TNI, dan Polri diambil dari Bulog, maka kuota yang dibutuhkan sekitar 1,4 juta ton. Estimasi ini baru berasal dari perkiraan kebutuhan beras sebanyak 10 kg per pegawai dan jumlah total pegawai ada 1,4 juta orang.

"Maka kita sudah punya pasar setahun itu 1,4 juta ton, ini untuk 10 kg rata-rata ya, padahal kan butuhnya ada yang 28-30 kg," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]



(uli/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK