Wagub Pastikan Pertamina Siap Ganti Rugi Rumah Warga Balongan

CNN Indonesia | Selasa, 30/03/2021 23:19 WIB
Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum memastikan PT Pertamina (Persero) siap mengganti rugi rumah warga yang rusak akibat insiden kebakaran Kilang Balongan. Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum memastikan PT Pertamina (Persero) siap mengganti rugi rumah warga yang rusak akibat insiden kebakaran Kilang Balongan. (CNNIndonesia/Huyogo).
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum memastikan PT Pertamina (Persero) mengganti rugi rumah warga yang rusak akibat kebakaran tanki minyak di Kilang Balongan, Kabupaten Indramayu. Insiden itu menyebabkan sedikitnya 28 rumah warga dan satu kantor kecamatan rusak,

"BUMN itu (Pertamina) siap mengganti rugi rumah yang rusak," kata Uu saat melakukan kunjungan ke lokasi kebakaran Revinery Unit VI di Desa/Kecamatan Balongan, Indramayu, Selasa (30/3), seperti dikutip dari Antara.

Uu juga menjamin seluruh biaya perawatan di rumah sakit para korban luka ringan dan berat juga ditanggung perseroan pelat merah itu.


Sementara, untuk jangka panjang dan menengah, muncul keinginan warga untuk direlokasi ke tempat lain yang jauh dari lokasi kilang sebab setelah kejadian ini warga merasa trauma dan sehari-harinya harus bersahabat dengan bau gas karena permukiman hanya 200 meter dari kilang.

Terkait kemungkinan untuk relokasi, Uu mengaku Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar, Pemkab Indramayu, Pertamina, dan pihak terkait lainnya akan melakukan kajian lebih lanjut.

Selanjutnya, Pemprov Jawa Barat akan duduk bersama Pemkab Indramayu dan Pertamina untuk mengkaji lebih lanjut terutama soal keamanan lokasi dari potensi bencana lain hingga mata pencaharian warga.

"Biasanya untuk relokasi itu ke tanah desa terdekat. Tapi kami lihat lagi seperti apa teknis dan kendala- kendalanya," kata Uu.

Pada kesempatan itu, Uu juga meluruskan bahwa yang terbakar bukan kilang tapi tangki minyak. Sehingga dipastikan pasokan BBM di masyarakat menjelang ramadan dan lebaran, aman.

"Ternyata yang terbakar ada tiga dari 72 tangki. Itupun dua tangki lainnya pada posisi kosong, atau tidak penuh. Saya sudah konsultasi dengan pihak Pertamina, tidak akan mengganggu pasokan BBM ke masyarakat," tambahnya.

Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri Komjen Arief Sulistyanto menuturkan petugas terus berupaya memadamkan api, kali ini dengan peralatan yang lebih lengkap.

Arief berharap api bisa padam hari ini sehingga kilang dapat beroperasi seperti biasa dan warga kembali merasa aman beraktivitas seperti sedia kala.

Selain itu, juga dilakukan penanganan kepada warga yang terdampak. "Korban luka sudah dirawat, juga sudah mulai diinventarisasi kerusakan rumah- rumah warga," katanya.

Unit Manager Commrel & CSR Pertamina RU VI Balongan Indramayu Cecep Supriyatna mengatakan penyebab kebakaran secara pasti belum dapat diketahui. Namun, api sudah dapat dilokalisasi agar tidak merambat ke tangki lainnya.

Sembari mengkaji penyebab pasti kebakaran, petugas fokus pada pemadaman dan penanganan warga yang terdampak.

Sebagai informasi, peristiwa nahas yang terjadi pada Senin (29/3) dini hari itu berdampak pada lima desa meliputi Desa Balongan, Desa Sukareja, Desa Rawadalem, Desa Sukaurip dan Desa Tegalurung. Terdapat sekira 932 warga terdampak, atau radius 300 meter dari titik kebakaran, diungsikan.

[Gambas:Video CNN]

Terbagi sebanyak 220 orang di GOR Komplek Perum Pertamina Bumi Patra, sebanyak 320 orang di Pendopo Kantor Bupati Indramayu, dan sebanyak 392 orang di Gedung Islamic Center Indramayu. Sementara terdapat 29 orang luka ringan, 14 orang dalam identifikasi dan enam orang luka berat.

"Para korban yang mengalami luka- luka merupakan penghuni rumah yang dekat dengan lokasi kejadian. Ada pula korban yang sedang melintas dekat lokasi ketika terjadi kebakaran," katanya.

(sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK