EDUKASI KEUANGAN

Tip Menentukan Prioritas Saat Diskon PPN dan DP 0 Persen

hrf, CNN Indonesia | Sabtu, 06/03/2021 12:02 WIB
Pemerintah mengeluarkan kebijakan DP 0 persen rumah dan kendaraan hingga diskon PPN properti. Berikut tip menentukan prioritas kebutuhan di tengah diskon. Pemerintah mengeluarkan kebijakan DP 0 persen rumah dan kendaraan hingga diskon PPN properti. Ilustrasi mobil baru. (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah memberikan insentif pajak serta memperlonggar ketentuan uang muka (down payment/DP) menjadi nol persen untuk pembelian kendaraan bermotor dan rumah baru. Kebijakan ini diambil untuk mendorong kelas menengah membelanjakan uangnya agar industri kendaraan bermotor dan properti kembali bergeliat.

Namun, masyarakat tetap harus berhati-hati dan cermat apabila ingin membeli mobil dan/atau rumah baru. Sebab, meski terjadi pengurangan harga dan kemudahan pengajuan kredit, risiko keuangan di masa mendatang tetap harus diperhatikan.

Karena itu perlu kecermatan dan perhitungan matang dalam menentukan skala prioritas pembelian dua barang tersebut. Berikut tip yang dapat diikuti sebelum memutuskan membeli rumah atau mobil baru.


Hitung Kemampuan Mencicil

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho mengatakan hal paling penting yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli kedua barang tersebut adalah kemampuan untuk mencicil.

Pasalnya, baik rumah maupun mobil, memiliki harga yang sama mahalnya. Jika pembelian dilakukan secara kredit, otomatis beban bunga utang yang ditanggung juga cukup besar.

Ada baiknya, kata Andy, calon pembeli melakukan dahulu simulasi cicilan kredit mobil atau rumah yang akan dibeli. Tujuannya supaya calon pembeli dapat mengetahui terlebih dahulu perkiraan cicilan bulanan yang harus dikeluarkan jika telah menentukan rumah atau mobil mana yang akan dibeli.

"Cicilan itu enggak boleh 30 persen dari total penghasilan kita walaupun kita enggak perlu bayar DP pajak pertambahan nilai (PPN) dan lain-lain," kata Andy kepada CNNIndonesia.com.

Menurut Andy, batas maksimal cicilan 30 persen dari pendapatan tersebut sudah ideal untuk memitigasi risiko gagal bayar serta menjamin kebutuhan harian di luar angsuran mobil atau rumah dapat terpenuhi.

"Jadi dipertimbangkan dulu ya, jangan sampai bayar cicilan sampai kita menurunkan kualitas makan kita atau memenuhi kebutuhan lainnya," tuturnya.

Batas maksimal cicilan 30 persen tersebut juga harus dipastikan sejak awal karena biasanya lembaga keuangan akan mempertimbangkan hal tersebut untuk memutuskan lolos tidaknya pengajuan kredit.

Selain itu, bisa juga mencari tahu sebanyak-banyaknya informasi terkait lembaga keuangan yang akan memberikan fasilitas kredit. Hal ini penting untuk mengetahui besaran bunga yang dikenakan, flat atau floating, batas maksimal tenor pelunasan dan sebagainya.

Tip masih berlanjut ke halaman berikutnya...

[Gambas:Video CNN]



Sesuaikan Kebutuhan

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK