Sejumlah Akun di Telegram Catut Nama, Bareksa Lapor OJK

CNN Indonesia | Jumat, 02/04/2021 15:28 WIB
Usai namanya dicatut beberapa akun Telegram, PT Bareksa Portal Investasi melapor ke Satgas Waspadai Investasi (SWI) OJK. Ilustrasi OJK. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Bareksa Portal Investasi melaporkan sejumlah akun palsu di aplikasi Telegram yang mencatut nama perusahaan kepada Satgas Waspadai Investasi (SWI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Informasi dan Komunikasi.

Manajemen menyatakan akun-akun di Telegram itu memalsukan nama Bareksa dan izin OJK untuk melakukan penipuan.

"Salah satu akun palsu Telegram yang dilaporkan Bareksa adalah yang mencatut nama 'Bareksa Investasi'. Bahkan, pemilik akun ini telah memalsukan dokumen izin OJK untuk menipu dengan meminta dana secara gelap dari masyarakat," ujar Co-founder/CEO Bareksa Karaniya Dharmasaputra lewat rilis, Jumat (2/4).


Atas laporan Bareksa tersebut, OJK kemudian merilis Pengumuman No. PENG-3/MS.312/2021 yang memaparkan 13 perusahaan entitas palsu yang mencatut nama OJK. Salah satu entitas pemalsuan adalah Bareksa Investasi yang memalsukan izin usaha investasi trading/investasi dana.

Karaniya memastikan Bareksa tidak memiliki afiliasi dengan oknum tersebut. Bareksa sendiri mengantongi izin resmi sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dari OJK. Izin tersebut diterbitkan dalam SK Dewan Komisioner OJK No. KEP-6/D.04/2016 pada tanggal 3 Februari 2016.

"Kami mohon agar warga masyarakat waspada atas modus penipuan di Telegram yang memalsukan nama Bareksa dan dokumen izin OJK. Tolong pastikan agar mencari informasi dan bertransaksi hanya di aplikasi, situs dan media sosial resmi Bareksa," ujarnya.

Sebelumnya, OJK mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap pemalsuan izin usaha yang dilakukan perusahaan jasa keuangan tak bertanggung jawab, mulai dari pengelola investasi hingga pialang asuransi.

Direktur Hubungan Masyarakat OJK Darmansyah mengatakan ada 13 perusahaan atau entitas keuangan yang memiliki dokumen izin palsu dan mengatasnamakan lembaganya. Padahal OJK tidak pernah menerbitkan izin ke perusahaan-perusahaan tersebut.

Pihaknya pun mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap pemalsuan izin usaha yang dilakukan perusahaan jasa keuangan tak bertanggung jawab, mulai dari pengelola investasi hingga pialang asuransi.

Direktur Hubungan Masyarakat OJK Darmansyah mengatakan ada 13 perusahaan atau entitas keuangan yang memiliki dokumen izin palsu dan mengatasnamakan lembaganya. Padahal OJK tidak pernah menerbitkan izin ke perusahaan-perusahaan tersebut..

"OJK mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati atas kebenaran informasi entitas yang mengaku telah memperoleh izin usaha atau terdaftar dari OJK," ujar Darmansyah dalam keterangan resminya, Kamis (1/4).

(wel/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK