Ahok Tuding Tangki Bocor Biang Kerok Kebakaran Indramayu

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 03/04/2021 07:47 WIB
Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama menyatakan salah satu penyebab kebakaran Kilang Balongan di Indramayu, Jawa Barat adalah kebocoran tangki. Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama menyatakan salah satu penyebab kebakaran Kilang Balongan di Indramayu, Jawa Barat adalah kebocoran tangki. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyatakan salah satu penyebab kebakaran Kilang Balongan di Indramayu, Jawa Barat adalah kebocoran tangki. Saat ini, perusahaan masih mengecek lebih lanjut penyebab kebocoran tangki.

Ahok mengaku belum tahu alasan mengapa pengamanan kebocoran tangki terlambat dilakukan. Investigasi saat ini masih terus dilakukan.

"Yang pasti tangki bocor, yang belum terjawab kenapa bocor pengamanan terlambat," ungkap Ahok kepada CNNIndonesia.com, Jumat (3/4).


Eks Gubernur DKI Jakarta itu menyebut bahwa bukan hanya Pertamina yang melakukan investigasi. Dalam hal ini, kepolisian juga ikut mencari tahu penyebab kebakaran Kilang Balongan.

Sebagai informasi, kebakaran Kilang Balongan terjadi pada Senin (29/3) lalu. Api baru padam pada Rabu (31/3) dini hari.

Namun, pada Jumat (2/4), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat menyatakan, dua titik api yang berada di tangki T 301 F dan T T301 G sempat kembali menyala.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Jabar Hadi Rahmat mengatakan, pada Kamis (1/4) pukul 20.30 WIB, tangki T 301 F yang pada sore hari sudah mulai mengecil belum bisa dipadamkan.

Sementara tangki T 301 G yang pada Rabu (31/3) lalu sudah padam, malam tadi kembali mengeluarkan titik api.

"Sehingga masih ada 2 titik nyala api yang masih dalam upaya pemadaman," kata Hadi dalam keterangan tertulis pada Jumat (2/4).

Kebakaran ini menyebabkan 30 orang mengalami luka ringan. Lalu, enam orang mengalami luka berat dan 932 warga mengungsi.

(aud/asr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK