Ahok Puji Langkah Pertamina Tangani Kebakaran Kilang Balongan

CNN Indonesia | Rabu, 31/03/2021 10:40 WIB
Komut Pertamina Ahok mengapresiasi langkah perusahaan dalam menangani kebakaran yang terjadi di Kilang Minyak Balongan. Tapi ia minta kebakaran dievaluasi. Ahok memuji dan mengapresiasi langkah Pertamina menangani kebakaran Kilang Balongan. ( CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memuji langkah yang telah dilakukan perusahaan dalam menangani kebakaran Tanki T-301 di Area Kilang Pertamina di Balongan. Apresisasi ia sampaikan saat kunjungan ke lokasi kebakaran.

"Saya mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan Pertamina untuk penanganan insiden dan dampaknya kepada masyarakat," ujar Ahok dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta, Rabu (31/3).

Meskipun mengapresiasi, komisaris tetap meminta kepada perusahaan untuk melakukan evaluasi menyeluruh atas kejadian tersebut supaya ke depannya tidak terulang lagi.


[Gambas:Instagram]

Sebagai informasi, Kilang Minyak Balongan terbakar sejak awal pekan lalu. Namun, hingga Rabu (31/3) pagi, kebakaran belum juga berhasil dijinakkan.

"Belum padam. Tapi alhamdulillah api sudah kecil. Sekarang dibalik bukan apinya yang gede, tapi asapnya yang gede," kata Plt Sekretaris BPBD Kabupaten Indramayu Caya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (31/3)

Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina Mulyono memperkirakan kebakaran akan membuat perusahaannya kehilangan produksi sampai dengan 400 ribu barel.

"Kira-kira kehilangan produksi, yang tidak bisa disuplai kilang sekitar 400 ribu barel," katanya Senin (29/3).

Meski demikian ia menegaskan stok BBM nasional aman meski ada kebakaran. Mulyono memaparkan stok gasoline tercatat ada 10,5 juta barel dan diperkirakan cukup untuk 27-28 hari ke depan.

[Gambas:Video CNN]

"Jadi tidak ada masalah untuk gasoline karena permintaan 390 Mb atau 62,5 ribu kiloliter," ujarnya dalam press conference, Senin (29/3).

Sementara itu, untuk stok solar tersedia 8,8 juta barel atau cukup untuk 20 hari ke depan. Sedangkan Avtur masih tersedia 3,2 juta barel atau cukup untuk 74 hari konsumsi.

"Jadi sekali lagi, tidak perlu panik. Stok sangat banyak. Sangat berluber. Ini karena kondisi belum normal jadi konsumsi belum banyak," tegas Mulyono.

(uli/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK