Cara Dapat KUR Tanpa Jaminan Rp100 Juta

cnn, CNN Indonesia | Senin, 05/04/2021 18:51 WIB
Presiden Jokowi memerintahkan agar batas KUR tanpa jaminan naik menjadi Rp100 juta dari sebelumnya yang sebesar Rp50 juta. Berikut cara ajukan KUR. Presiden Jokowi memerintahkan agar batas KUR tanpa jaminan naik menjadi Rp100 juta dari sebelumnya yang sebesar Rp50 juta.Ilustrasi UMKM. (Dok. Grab Indonesia).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan agar plafon kredit usaha rakyat (KUR) tanpa jaminan naik menjadi Rp100 juta.

Program KUR tanpa jaminan ini biasanya menyalurkan pinjaman dengan batas Rp50 juta. Nantinya, jika batas resmi dinaikkan maka UMKM bisa meminjan hingga Rp100 juta.

Lantas, bagaimana caranya?


Salah satu bank yang menyalurkan KUR terbesar adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Mengutip situs kur.bri.co.id, UMKM yang ingin mendapatkan fasilitas KUR bisa memilih  fitur 'Ajukan pinjaman' di situs KUR BRI. Setelah login, calon kreditur tinggal pilih 'Daftar' dan 'Setuju'. Setelah itu mengisi formulir online yang disediakan.

Namun, pengajuan KUR ini pun harus memenuhi syarat. Berikut syaratnya.

1. Individu (perorangan)
2. Memiliki usaha yang telah berjalan minimal 6 (enam) bulan
3. Menjalankan usahanya di salah satu platform e-commerce (misal Shopee, Tokopedia dll) dan/atau penyedia ride hailing (Gojek atau Grab)
4. Tidak sedang menerima kredit dari perbankan kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, dan Kartu Kredit
5. Persyaratan administrasi: identitas berupa KTP, Kartu Keluarga (KK), dan surat ijin usaha (dapat berupa surat keterangan yang diterbitkan oleh e-commerce atau ride hailing)

Seperti yang diketahui, rencana Jokowi ini diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartartousai rapat terbatas (ratas) di Kompleks Istana Kepresidenan.

"Arahan Pak Presiden (Jokowi) KUR tanpa jaminan yang selama ini angkanya di bawah Rp50 juta untuk ditingkatkan plafonnya menjadi Rp100 juta, yang tanpa jaminan dari Rp50 juta naik jadi Rp100 juta," ungkap Airlangga, Senin (5/4).

Selain itu, sambung Airlangga, Jokowi juga memerintahkan agar plafon KUR untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) naik menjadi Rp500 juta-Rp20 miliar. Saat ini, plafon KUR untuk UMKM hanya Rp500 juta-Rp10 miliar.

Lalu, Jokowi meminta agar suku bunga KUR tetap kompetitif, yakni di level 6 persen. Untuk itu, ia memandang perlu ada tambahan penjaminan penyaluran KUR lewat PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero).

"Perlu dibuatkan program apakah penjaminan lewat Askrindo atau Jamkrindo diperbesar, apakah juga diberikan subsidi bunga KUR yang reguler, yang normal di luar penanganan PEN," kata Airlangga.

Airlangga menyatakan negara mengucurkan subsidi bunga KUR reguler sebesar Rp10 triliun per tahun. Pemerintah akan mengkaji lebih lanjut terkait tambahan anggaran untuk subsidi bunga KUR ke depannya.

[Gambas:Video CNN]



(age/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK