Kisah Toko Susan Dewi Raup Untung Kala Pandemi

Shopee, CNN Indonesia | Senin, 19/04/2021 12:45 WIB
Susandewiksu, toko kue milik Susan Dewi, berkembang pesat di platform Shopee usai membuka bisnis toko secara daring empat tahun lalu. Susandewiksu, toko kue milik Susan Dewi, berkembang pesat di platform Shopee usai membuka bisnis toko secara daring empat tahun lalu. (Dok. Shopee).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketika Susan Dewi membuka bisnis toko bahan kue secara daring empat tahun lalu melalui platform Shopee, ia sama sekali tak mengerti mengenai digitalisasi bisnis. Berbekal ilmu pangan yang didapat semasa kuliah dan hobi membuat kue, Susan Dewi belajar dari sang suami yang bekerja di bidang pemasaran digital.

Awalnya toko bahan kue itu hanya sampingan untuk Susan Dewi yang tinggal di Malang, Jawa Timur. Lambat laun, berbisnis menjadi sumber penghasilan utama. Susandewiksu, toko milik Susan Dewi, berkembang pesat di platform Shopee.

"Kesempatan yang ada harus dilanjutkan dengan taking action yaitu kita mencobanya. Di awal memulai bisnis, kami tidak ada nama toko akhirnya suami mendaftarkan atas nama saya, Susandewiksu," tuturnya.


Menurut Susan Dewi, menjalani bisnis tidak boleh dengan pola pikir sampingan. Ia terus menekuni bisnis, bersemangat melihat sambutan positif dari konsumen. Dengan dukungan Shopee, Susandewiksu yang awalnya dibantu dua asisten rumah tangga kini memiliki 30
orang karyawan.

Masa pandemi yang membuat orang beralih pada berbagai kegiatan digital menjadi kesempatan emas bagi Susandewiksu. Kemudahan bertransaksi di Shopee memperluas pasar, hingga penjualan Susandewiksu meningkat lebih dari dua kali lipat pada 2020.

Service excellence, adalah strategi yang diterapkan Susan Dewi. Ia memilih menjaga kualitas produk dan pelayanan, serta mengutamakan jati diri karakter brand dengan memberi pengalaman belanja yang unik. Dari cara ini, ada salah satu konsumen yang melakukan pembelian sampai 32 kali, masing-masing transaksi memiliki nominal yang lebih besar dari sebelumnya.

Kini, usaha yang dimulai dari garasi rumah itu telah memiliki fasilitas yang terintegrasi dengan rekanan ekspedisi lokal, siap mengantarkan produk-produk Susandewiksu ke rumah pelanggan.

ShopeeSusandewiksu yang dirintis Susan Dewi merupakan usaha yang dimulai dari garasi rumah. (Dok. Shopee).

Berani Memulai

Perkembangan Susandewiksu yang signifikan mengantar Susan Dewi menjadi pembicara pada seminar tentang bisnis daring. Dalam salah satu kesempatan, ia mengaku masih tak paham teknologi ketika mendaftarkan toko di Shopee. Namun, Susan Dewi tak patah semangat dan terus belajar.

"Ibu rumah tangga yang gaptek bukan jadi alasan untuk tidak memulai usaha yang dapat dipelajari dengan berbagai sumber informasi, kuncinya adalah berani memulai," kata Susan Dewi.

Menyambut Ramadan 2021, Susan Dewi cermat mempersiapkan diri menjawab kebutuhan pasar. Ia memastikan produk harus ada dan siap dikirim setiap hari, dengan perputaran produksi yang cepat dan tepat, serta kelancaran logistik untuk mengantisipasi lonjakan pesanan.

Langkah lain yang ditempuh Susan Dewi adalah serta dalam kampanye Big Ramadan Sale dari Shopee. Lewat kampanye ini, pengguna Shopee dapat memenuhi berbagai kebutuhan esensial harian dengan beragam penawaran menarik.

Menurut Susan Dewi, lonjakan pesanan di tengah kampanye kerap terjadi. Suatu waktu, Susandewiksu pernah mendapat 700-800 order dalam satu hari. Tim Susandewiksu sigap bergerak cepat melakukan pengemasan dan pengiriman yang ditentukan Susan Dewi selambatnya dua jam jika pembeli memilih pengantaran oleh ojek online.

Memetik banyak manfaat dari platform Shopee, Susan Dewi berharap Shopee tak berhenti berinovasi demi pengalaman berbelanja yang mudah dan menyenangkan.

"Semoga Shopee selalu memberikan inovasi-inovasi terutama agar produk bisa lebih cepat sampai ke tangan konsumen seperti yang dilihat di negara-negara lain," ungkap Susan Dewi.

(osc)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK