Sambut Indonesia Emas 2045, Jokowi Ingin Kejar Industri 4.0

CNN Indonesia | Senin, 12/04/2021 19:40 WIB
Presiden Joko Widodo ingin Indonesia menjadikan pandemi sebagai momentum transformasi digital dan meraih lompatan besar dalam mencapai industri 4.0. Presiden Joko Widodo ingin Indonesia menjadikan pandemi sebagai momentum transformasi digital dan meraih lompatan besar dalam mencapai industri 4.0. Ilustrasi. (Biro Pers).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan 2045 akan menjadi tahun emas bagi Indonesia. Demi mencapainya, kepala negara mendorong pengembangan industri 4.0.

Menurut Jokowi, pandemi covid-19 menjadi momentum transformasi teknologi, khususnya tranformasi digital di Indonesia.

Tak ingin sekadar keluar dari pandemi, Jokowi juga menginginkan Indonesia meraih lompatan besar dalam mencapai industri 4.0. Dalam mewujudkan hal itu, Jokowi mengajak Jerman menjadi salah satu mitra kerja Indonesia.


"Di 2045, satu abad kemerdekaan Indonesia, akan menjadi tahun emas untuk Indonesia, Indonesia emas. Ini adalah visi besar Indonesia, Indonesia emas yang diwujudkan melalui industri 4.0," terangnya pada pembukaan Hannover Messe 2021 secara daring, Senin (12/4).

Dalam sambutannya, Jokowi menyebut Indonesia memiliki 2.193 start-up dan merupakan negara tercepat di Asia Tenggara soal akselerasi ekonomi digital dan industri 4.0.

Dengan memiliki lima unicorn dan 1 decacorn, Jokowi menyebut Indonesia memiliki industri yang berpotensi berkontribusi senilai US$133 miliar terhadap PDB negara pada 2025 mendatang.

Apalagi, lanjut dia, RI punya penduduk yang besar, yakni lebih dari 185 juta orang yang memiliki akses internet terbesar keempat dunia.

"Kemajuan industri 4.0 akan menjadikan Indonesia top 10 ekonomi global di dunia di 2030," lanjutnya.

Guna mewujudkan Indonesia emas, Jokowi memaparkan bahwa sudah disiapkan roadmap atau peta jalan dengan tiga poin utama dalam implementasi Indonesia 4.0.

Pertama, menyiapkan SDM yang siap menghadapi era big data, kecerdasan buatan (artificial intelligent), dan internet untuk segala (internet of things).

Ini menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, Jokowi mengajak Jerman menjadi mitra dalam penguatan SDM Indonesia melalui vokasi, penguatan riset, dan mengembangkan universitas berbasis teknologi.

Kedua, menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi industri 4.0. Dalam mewujudkan ini, Jokowi menilai dibutuhkan reformasi struktural yang saat ini telah dilakukan lewat UU Cipta Kerja.

"UU Cipta Kerja akan mempermudah izin usaha, memberikan kepastian hukum, dan memberikan insentif. Juga memberikan insentif bagi ekonomi digital. UU Cipta Kerja akan memberi dukungan industri 4.0," jelasnya.

Ketiga, berinvestasi pada pembangunan hijau. Mengutip World Economy Forum, Jokowi menyebut peluang bisnis di sektor terkait mencapai US$10,1 triliun dan membuka lapangan pekerjaan bagi 395 juta orang pada 2030 mendatang.

Dalam mengambil bagian dalam ekonomi hijau, ia menyebut pemerintah telah melakukan beberapa terobosan seperti membangun biodiesel dari kelapa sawit hingga memasang pembangkit tenaga surya di atap rumah tangga.

[Gambas:Video CNN]

Selain itu, ia menyebut Indonesia juga siap berkontribusi pada energi masa depan dengan mengembangkan industri baterai lithium yang merupakan komponen utama untuk mobil listrik dan baterai ponsel.

"Kemitraan Indonesia-Jerman dalam pembangunan hijau adalah salah satu prioritas. Saya mengapresiasi green infrastruktur inisiatif Jerman dengan nilai 2,5 miliar euro. Program ini diharapkan dapat mendukung infrastruktur hijau di Indonesia," tutup Jokowi.

(wel/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK