BEI Setop Sementara Perdagangan Saham Perusahaan Erick Thohir

CNN Indonesia | Kamis, 15/04/2021 12:49 WIB
BEI menghentikan sementara perdagangan perusahaan yang didirikan Menteri BUMN Erick Thohir, Mahaka Media karena harganya melonjak tajam. BEI menghentikan sementara perdagangan perusahaan Erick Thohir Mahaka Media karena harganya melesat tajam. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto).
Jakarta, CNN Indonesia --

Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk menghentikan sementara atau melakukan suspensi perdagangan saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA). Mahaka merupakan perusahaan yang didirikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

Mengutip RTI Infokom, lewat PT Beyond Media kepemilikan Erick di ABBA tercatat sebanyak 57,81 persen atau 1,59 juta saham. Dalam pengumuman yang ditandatangani oleh Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Lidia M Panjaitan dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI Irvan Susandy, penghentian perdagangan dilakukan karena perdagangan saham perusahaan tersebut melesat tajam.

Terpantau, pada sebulan terakhir ABBA mengalami kenaikan hingga 53 persen di level 292 pada Rabu (14/4).


"Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada Saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA), PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan Saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai," kata BEI dalam pernyataan mereka Kamis (15/4) ini.

Mereka menyatakan penghentian perdagangan mulai dilakukan pada sesi I perdagangan Kamis ini sampai dengan pengumuman lebih lanjut.

[Gambas:Video CNN]

Selain ABBA, pada perdagangan hari ini, BEI juga melakukan suspensi ke tiga perusahaan lain dengan alasan sama, yakni PT Cahaya Bintang Medan Tbk (CBMF), PT Indonesia Prima Property Tbk (OMRE), dan PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS).

BEI mengimbau perusahaan untuk memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada publik terkait dengan aktivitas yang tidak biasa (unusual activity).

"Bursa menghimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan," kata Lidia.



(well/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK