GeNose Resmi Jadi Opsi Syarat Penumpang di Tanjung Perak

CNN Indonesia | Sabtu, 17/04/2021 16:46 WIB
Direktur Jenderal Perhubungan Laut R Agus H Purnomo berharap penggunaan alat tes GeNose C-19 bisa membantu upaya memutus rantai penyebaran covid-19. Direktur Jenderal Perhubungan Laut R Agus H Purnomo berharap penggunaan alat tes GeNose C-19 bisa membantu upaya memutus rantai penyebaran covid-19. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menerapkan alat tes GeNose C-19 sebagai salah satu alternatif syarat berpergian untuk calon penumpang kapal di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Sabtu (17/4).

Direktur Jenderal Perhubungan Laut R Agus H Purnomo mengatakan penggunaan alat tes GeNose C-19 ini merupakan salah satu upaya untuk memutus rantai penyebaran covid-19, terutama dari mobilitas manusia melalui transportasi laut.

"Pada kesempatan yang baik ini, izinkan saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak terkait yang telah bersinergi dan berkoordinasi dalam mewujudkan penggunaan alat tes GeNose C-19 di sektor transportasi laut," kata Agus dalam pernyataan yang dikutip dari Antara.


Penggunaan alat tes GeNose C-19 pada sektor transportasi laut sendiri sudah dimulai sejak peluncuran pertama di Pelabuhan Tanjung Priok pada awal April lalu.

Aturan penggunaan GeNose sebagai salah satu persyaratan penumpang kapal telah tercantum dalam Surat Edaran (SE) Nomor 12 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

"Selanjutnya, direncanakan untuk dilanjutkan pada pelabuhan utama yang lain, dan tentunya diharapkan dapat diterapkan juga pada pelabuhan-pelabuhan lainnya di seluruh Indonesia," ujarnya.

Agus menekankan penggunaan alat tes GeNose C-19 sebagai salah satu syarat perjalanan penumpang transportasi telah melalui proses studi, penelitian dan uji coba. Alat yang dikembangkan oleh peneliti dari UGM itu diklaim memiliki kemampuan mendeteksi virus corona dalam waktu cepat.

"Hanya dibutuhkan waktu beberapa menit untuk mengetahui hasil tes, apakah positif atau negatif Covid-19," ujarnya.

Selain cepat melakukan deteksi dan memiliki akurasi tinggi, penggunaan alat ini juga lebih terjangkau dibandingkan dengan tes usap PCR.

"Oleh karena itulah, alat tes GeNose C-19 mulai digunakan sebagai salah satu alternatif pemeriksaan kesehatan yang menjadi syarat perjalanan penumpang transportasi, yang dimulai pertama kali pada transportasi darat, yaitu Kereta Api, dan kemudian diterapkan pula pada transportasi laut," terangnya.

Sebelum menyediakan alat, pihaknya telah melakukan GeNose C-19 ini pada moda transportasi darat (kereta api) di Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir, pelatihan bagi para petugas operator, serta telah dibuat pula SOP yang harus dilakukan terhadap calon penumpang yang dinyatakan positif.

[Gambas:Video CNN]

(sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK